Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Friday, August 3, 2012

Belajar Trading: Ancaman Finansial yang Perlu Kita Pelajari


Apa yang Disebut Deflasi dan Kenapa Hal itu Ditakutan?

 Apa yang telah terjadi pada Bank sentral dan intitusi internasional dalam beberapa minggu terakhir ini (sejak bulan Oktober) mengatakan bahwa resiko akan terjadinya Deflasi sudah meningkat, meski kadarnya masih dalam skala kecil. Pembahasan Deflasi telah mengingatkan kita pada kondisi pasar finansial Jepang yang memakan waktu selama satu dekade dalam perjuangannya untuk mengakhiri kesulitan ekonomi yang sudah dimulai dari pertengahan 1990, diawali dengan kelanjutan penurunan pada harga yang mengancam program pertumbuhan ekonomi pemerintah. The Organisation for Economic Coorperation and Development (OECD) di tanggal 13 November memperkirakan Deflasi akan kembali pada perekonomian Jepang di tahun 2009, dan di tanggal 12 November lalu, Gubernur bank sentral Inggris Mervyn King berkata bahwa beliau tidak mengecilkan kemungkinan terjadinya deflasi di Daratan Inggris. Bank sentral di zona eropa dan Amerika Serikat telah menurunkan kemungkinan akan kelanjutan terjadinya Deflasi dalam ekonomi mereka dalam beberapa minggu terakhir.

Belajar Trading: Trading Memanfaatkan News


Pelajaran sepanjang tahun 2008 yang diwarnai dengan news maupun faktor-faktor fundamental akan memberikan keuntungan yang besar di masa mendatang, di edisi khusus Tahunan Buletin Futures Monthly kali ini kita akan coba memberikan ulasan kepada para pembaca hal-hal yang berhubungan dengan berita, dan mengapa hal tersebut dapat mempengaruhi pasar. Beberapa artikel berita dalam Buletin FM sebelum-sebelumnya dapat digunakan oleh pembaca untuk menarik benang merah atas analisis fundamental, yang dikumpulkan dari fakta-fakta serta bentuk opini-opini yang diperlukan jika pembaca hendak melakukan transaksi didasari dengan News.

Monday, July 23, 2012

Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART


Bagi anda yang sudah pernah mengikuti seminar, workshop, dan edukasi tentang perencanaan keuangan, tentu sudah mendapatkan bahwa tujuan investasi yang dibuat haruslah merupakan sesuatu yang nyata dan terukur. Tujuan investasi seperti mau kaya, mau membiayai pendidikan anak, membiayai pernikahan, merupakan tujuan investasi yang sifatnya abstrak. Jika tujuannya sudah abstrak tentu pencapaiannya juga hanya di awang-awang. Bagi anda yang masih awam dalam investasi dan perencanaan keuangan, ada satu prinsip yang bisa anda gunakan yaitu SMART.



Thursday, July 19, 2012

Cara Menggaet Orang-orang Terbaik untuk Kerja Sama


Foto: DetikFinance

Jakarta - Ada yang bilang keberhasilan atau kegagalan seseorang tergantung apa yang menjadi keputusannya. Termasuk diantaranya saat memutuskan untuk bekerjama dengan orang-orang terbaik yang bisa mendongkrak keberhasilan bisnis anda.

Berikut ini ulasan dari pakar marketing bisnis Tung Desem Waringin, Jumat (1/6/2012), kali ini menyoal kerjasama dengan orang-orang tebaik dalam berbisnis.

Untuk menjadi yang terdahsyat, Anda harus bekerjasama dengan yang terbaik. Dalam artikel ini saya akan menceritakan bagaimana caranya supaya orang yang terbaik mau bekerjasama dengan Anda, Semoga bermanfaat.

Siapa yang ingin tahu caranya bagaimana orang-orang terbaik di dunia mau bekerja sama dengan kita. Siapa kamu, kita tidak tahu mendadak ada orang terbaik di dunia tiba-tiba mau bekerja sama dengan kita. Siapa yang ingin tahu caranya?

Seperti ini yang saya lakukan, saya banyak sekali bekerja sama dengan yang terbaik di dunia. Misalnya saya bekerja sama dengan Anthony Robbins. Dia adalah number one success good, jadi apa yang saya lakukan untuk bisa mengundang dia? Saya jadi makelar.

Saya jual Indonesia, ini adalah sebuah ilmu yang saya ajarkan kalau Anda ingin bekerja sama dengan orang terbaik. Kemungkinan berhasilnya jauh lebih tinggi, Anda bisa dipercaya dan sebagainya.

Tapi kuncinya adalah Anda jual Indonesia, pada waktu saya meminta Anthony Robbins untuk datang ke Indonesia, dan mau mengadakan seminar dengan saya. Sewaktu itu saya ikut seminar dia, dan saya harus membayar senilai US$ 13.500.

Dan akhirnya saya jual satu-satunya properti saya. Saya lakukan itu karena ilmunya sangat dahsyat sekali, tetapi saya ingin sekali bertemu dengan dia. Dan apa yang saya lakukan, sangat susah sekali untuk bertemu dengan Anthony Robbins.

Dia memiliki tinggi 2.10 meter, bodyguard-nya juga dua meteran, motor tidak bisa, mobil juga tidak bisa. Akhirnya saya titip kartu nama kepada bodyguard-nya. Pada waktu itu kartu nama saya masih polos, di belakangnya saya tuliskan “Hai, Anthony please come to Indonesia.”

Indonesia 220.000.000 jiwa, lima persennya adalah orang kaya, kalau lima persen saja orang kaya berarti 11 milion all rich people, not like Singapura. Karena di Singapura hanya 3,5 million all rich people and do you know, many rich people from Singapore come from Indonesia.

Ini adalah Indonesia, sewaktu saya mengikuti seminarnya di Singapura saya jalan-jalan berdua dengan teman saya, Dan ada satu orang berkata, ini adalah gedung milik saya. Saya menanggapi “Waw Andakah yang punya apartemen ini? Lalu dia berkata, tidak bangunan ini milik saya...” wow its amazing!

Dalam hal ini ketika saya berbicara tentang Indonesia saya tuliskan Bali. Indonesia sebelah mana. Banyak orang tidak tahu Indonesia, sebelah mana Indonesia kalau Bali mereka banyak tahu.

Saya kasih kartu namanya tadi ke bodyguard-nya Anthony Robins, please give to Anthony Robbins. Kenapa tidak ada respon, kemudian saya beri lagi kali ini saya kasih kepada kepala bodyguard-nya. Hasilnya sama tidak ada respon juga.

Saya datangi ke hotelnya dan saya tanya kamar Anthony Robbins sebelah mana dan kamar nomor berapa. Dan orang hotel berkata kepada saya tidak boleh pak. Ya sudah kalau begitu saya titip kartu nama saya saja, dan saya bilang ini nasibnya dua ratus dua puluh juta orang tergantung kamu.

Kemudian saya bertemu dengan istrinya kembali lagi saya titip kan kartu nama saya, kemudian saya ketemu GM-nya saya titip juga, ketemu presiden directornya saya titip juga. Banyak sekali saya titip kartu nama, tetapi saya tidak pernah bertemu dengannya.

Di hari terakhir seminar setelah delapan setengah hari saya disana, di saat bubaran saya langsung pegang tangan dari Anthony Robbins, please give me 30 second. Body guardnya berkata go away, go away, Seorang Anthony Robbins sangat ramah dan dia berkata “whats up”.

Kemudian saya bilang give me 30 second , kemudian saya bilang saya “Tung Desem Waringin and I come from Indonesia.” Dia pun menjawab “ohh, I know you the one has give so many card is here.”

Kemudian saya berkata: “do you want some more?” Berarti kartu nama saya sampai dan berhasil memancing perhatian dia. Saya langsung ngomong “please come to Indonesia, they have 220 millio npeople," beruntung saya tidak ditanya apa hubungannya kamu dengan Indonesia yang 220 juta.

Kalau dia tanya seperti itu saya jawab “hubungannya baik-baik saja”. Dia tidak bertanya apa - apa dan langsung berkata “April goes to Bali. Yes I will did.” Dia mau ke Bali pada bulan April.

Kemudian mendadak di bulan Agustus dan dia mau mengadakan seminar di sini. Pada bulan Desember teman saya di Universitas 11 Maret melakukan razia orang Amerika, mereka membakar bendera Amerika, di kedutaan banyak orang melakukan aksi, tiba - tiba mendadak langsung batal dan di cancel.

Akan tetapi lumayan dia sudah mengenal saya pada akhirnya saya jadi exclusive, konsultannya bisa memasarkan dia disini, ketika tahun ini saya berhenti, dan mau berhenti pun dia kirim dari Asia Pasifik dan dari Australia datang ke saya, dan dia bilang “would you do it again”, mau tidak mau saya melakukan lagi, kenapa kok saya yang di perlakukan seperti itu? Karena saya punya satu yang namanya membuat nilai tambah, ketika bapak ibu bekerja dan tidak mempunyai nilai tambah, itu sangat susah sekali.


(hen/ang)

Sumber: DetikFinance

Wednesday, July 18, 2012

Anda Seorang Pemalas? Ini Cara Mengatasinya


Foto: DetikFinance

Jakarta - Rasa malas bisa dialami oleh semua orang, termasuk kemalasan melakukan kegiatan penting untuk menuju sukses. Ini ada beberapa gagasan bagaimana mengalahkan rasa malas anda, dalam segala hal.

Berikut ini ulasan dari pakar marketing, Tung Desem Waringin soal mengatasai kemasalan:

Mereka sibuk dan mereka tetap sibuk karena itu salah satu cara untuk menghindari sesuatu yang tidak ingin mereka hadapi. Ada orang sibuk nonton TV, sibuk memancing, bermain golf, sibuk belanja ke Mall, namun didalam hati mereka ingin menghindari sesuatu hal yang tidak ingin mereka hadapi. Ini adalah bentuk kemalasan yang paling umum.

Malas dengan jalan tetap sibuk. Ada juga orang yang sibuk bekerja keras sehingga tidak perduli dengan istri dan anaknya. Dan ada juga orang yang terlalu sibuk mengurusi kekayaan mereka dan tidak perduli dengan kesehatan mereka. Dan ada orang yang terlalu sibuk mengurusi kesehatan dan tidak perduli lagi terhadap pekerjaan.

Yang menjadi ukuran malas adalah apa yang dianggap penting jauh di dalam lubuk hati mereka, tetapi mereka hindari.

Kata Robert Kiyosaki, 'Obat untuk kemalasan adalah sedikit ketamakan' Seringkali kita mendengar bahwa 'orang tamak adalah orang yang jahat' Namun dalam diri kita semua adalah nafsu/ hasrat untuk memiliki barang-barang baru atau bagus atau hal-hal yang menyenangkan. Jadi agar hasrat itu tetap terkendali, orang tua kita kerap kali menemukan cara-cara untuk menekan hasrat itu dengan cara menciptakan rasa bersalah.

Jadi, setiap kali Anda mendapati diri Anda menghindari sesuatu yang Anda tahu seharusnya Anda lakukan, maka satu-satunya hal yang Anda tanyakan pada diri Anda sendiri adalah 'apa untungnya untuk saya?' Bersikaplah sedikit tamak. Itulah obat yang terbaik untuk kemalasan. Akan tetapi, terlalu tamak, seperti apapun lainnya yang berlebihan, tidaklah baik.

Menurut saya pribadi, bagaimana menghilangkan rasa malas kita harus mempunyai alasan yang sangat kuat. Dan alasan yang sangat kuat adalah menghindari sengsara dan mencari nikmat.

Bila kita sedang malas, bayangkan, dengarkan dan rasakan penderitaan yang amat sangat dengan detail dan emosionil (tulis minimal 10 kerugian) bila kita masih bermalas-malasan atau tidak melakukan hal-hal yang penting, dan bayangkan, dengarkan dan rasakan kenikmatan yang amat sangat secara detail dan emosionil (tulis minimal 10 kenikmatan) bila kita sudah mulai rajin dan melakukan hal-hal yang penting.

Penderitaan dan kenikmatan ini bukan hanya sekarang, tapi 1 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, 10 tahun kedepan dan 20 tahun kedepan.



(hen/hen)

Sumber: DetikFinance

Pengusaha Ini Sukses 'Menyulap' Benang Jahit Jadi Lampion Cantik


Foto: DetikFinance

Banyumas - Perajin lampion asal Banyumas, Jawa Tengah, Marta Afrianto tak pernah berpikir menjadi seorang pengusaha. Berawal dari iseng-iseng karena istri sakit, kini ia menjadi produsen lampion dan memiliki 5 karyawan.

Sosok pria berusia 25 tahun ini, kini kerepotan memenuhi pesanan lampion dan lampu tidur beraneka macam bentuk karakter kartun yang terbuat dari benang jahit. Pesanan pun mengalir dari berbagai kota di Indonesia.

"Awalnya iseng-iseng, karena istri sakit, kalau malam mau ngapain terus saya iseng-iseng buat. Kebetulan lihat kakak juga buat kerajinan ini cuma dia buat hanya 1 macem. Kita coba berinovasi dengan membuat bentuk karakter kartun yang digemari anak-anak yang sedang tren seperti angry birds, hello kitty, mickey mouse, donald bebek serta lampu gantung," kata Marta kepada wartawan di rumahnya, di Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Senin (9/7/2012).

Selain membuat kerajinan lampion dan lampu tidur yang disesuaikan dengan karakter tokoh yang sedang naik daun. Bisnisnya yang sudah berjalan selama 1 tahun ini terus berkembang setelah pemasarannya merambah ke dunia online.

"Dulu saya buat polos. Tapi karena kendala pemasaran saya coba download-download gambar, coba cari terus hingga mulai ada inovasi-inovasi untuk dari karakter tersebut untuk pemasaran. Ternyata pangsa pasarnya bagus sampai saya keteteran. Saat ini saya masih berani ke pesanan-pesananan saja lewat online. Kita belum berani nyetok," jelasnya.

Menurut Marta, cara membuat kerajinan ini lumayan rumit. Hingga saat ini, karyawannya belum mampu membuat aneka macam lampu dengan berbagai bentuk.

"Baru saya yang bisa membentuknya, pekerja lain paling hanya bisa menggunting, menggulung benang, pasang mata, telinga. Kita masih kesulitan mengajari dan mencari orang untuk membentuk karena harus telaten," tuturnya .

Cara membuatnya diawali dari balon biasa yang di pompa kemudian diberi lem kayu, lalu balon tersebut digulung menggunakan benang jahit yang di double menjadi dua. Setalah itu dilapisi benang yang digulung-gulung hingga 3 kali sambil diberi lem kayu hingga 4 lapisan lalu dijemur. Setelah kering pada bagian tertentu dipotong dan balonnya di keluarkan sehingga terbentuk lah sebuah bulatan. Lalu tahapan selanjutnya merangkai kabel dan lampu.

"Kalau sudah kering dan terbetuk baru kita bentuk-bentuk seperti menambahkan mata, telinga. Dan ketika semuanya sudah selesai baru kita berikan lampu didalamnya," ungkapnya.

Buah tangannya kini sudah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia, antaralain ke Jember, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Bali termasuk di Banyumas. Harga yang dipatok per lampu pun hanya Rp 50.000 hingga Rp 120.000 tergantung bentuk dan ukuran. "Pesan terbanyak itu ke Jember, dua minggu sekali 50 buah lampu tidur berbagai macam ukuran dan model," tambahnya.

Ia mengaku kerepotan memenuhi pesanan produknya yang terus diminati banyak konsumen. Saat ini hanya ada 5 pekerja yang membantunya membuat kerajinan tersebut.

"Ada 5 pekerja, tapi kita tetap kerepotan untuk pesanan. Karena pekerjanya kurang, kadang malah kita suruh yang kerja membawa pulang biar bisa dia dikerjakan dirumah juga," tutupnya.

Alin Light Craft
Perum Pasir Indah Blok G.4 Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah.



(arb/hen)


Sumber: DetikFinance

Tuesday, July 17, 2012

Andianto Setiabudi (Pendiri Cipaganti Group): Belajar Dari Krisis


Foto: Bisnis.com

Berbagai masalah terus mengikuti kesuksesan Andianto Setiabudi. Bagi pemilik Cipaganti Group ini, masalah justru memacunya menemukan solusi jitu dan semakin bijak dalam membuat keputusan.

Tidak heran jika Cipaganti yang berawal dari showroom mobil bekas, kini menjelma menjadi sebuah perusahaan besar yang merambah berbagai sektor, mulai dari travel, taksi, sewa alat berat, pertambangan, hingga perhotelan. Berikut wawancara Bisnis dengan pria bersahaja itu baru-baru ini.

Bagaimana awal berdirinya  Cipaganti?

Usaha saya dimulai di Bandung pada 1985, ketika otomotif booming. Sebelumnya, saya membantu orang tua memproduksi makanan ringan pada 1979 hingga lulus SMA 1981, sampai akhirnya orang tua saya meninggal pada 1986.

Mulai 1985, saya mencoba berdagang mobil bekas, dimulai dari canvassing [reparasi] armada mobil boks bekas untuk angkutan makanan ringan itu. Awalnya, punya tujuh unit dan sebagian yang agak tua direparasi sebelum dijual, kemudian saya beli lagi yang baru.

Belajarnya dari situ, pengalaman mempercantik mobil, memasarkan, mencari mobil yang bisa untung. Pelan-pelan, saya memasarkan mobil jenis lain, seperti jeep. Bisnis terus berjalan, saya bermitra dengan beberapa teman dan armada terus bertambah.

Jual beli mobil ternyata lebih menguntungkan, pelan-pelan modal dari bisnis makanan ringan saya alihkan ke bisnis baru itu. Apalagi bisnis makanan saat itu kurang bagus sejak orang tua meninggal. Saya membuat kerupuk, kue tambang, sukro, kacang Bandung.

Bisnis makanan ringan akhirnya saya tutup pada 1987. Waktu itu, putaran uang cepat, partner yang biasa beli mobil ikut bergabung. Modal menjadi besar dan armada bertambah. Waktu itu ada mahasiswa yang mengajak orang tuanya H. Maksum, pemilik otobus Senang Hati, bergabung. Kami kemudian mendirikan Cipaganti Motor.

Saya mengoperasikan lima showroom, ditambah satu yang belum jadi. Pada 1987-1991, saya sempat punya enam showroom dengan jumlah mobil sekitar 150 unit.

Bagaimana Anda akhirnya masuk ke bisnis travel?

Pada masa itulah saya buka relasi dengan perbankan, pemerintah daerah, properti, leasing dan lain-lain. Relasi sangat luas. Namun, pada 1991 terjadi tight money policy, kebijakan uang ketat, stok mobil saya tidak bergerak.

Orang tidak berani beli mobil karena bunga tinggi, Suplai di pasar berlimpah, harga turun. Saya juga tidak berani jual murah karena rugi. Akhirnya saya tahan stok, sebab penga laman 6 tahun berbisnis mobil bekas tidak pernah harga turun.

Jual mobil itu soal waktu saja, ada mobil yang cepat terjual dan ada yang lama terjual. Jadi saya pikir 2-3 bulan akan normal lagi, ternyata kondisi tidak bagus-bagus juga, harga mobil turun terus. Nilai stok saat itu saya hitung-hitung tinggal 60%-an aki bat harga turun, beban bunga yang tinggi, dan biaya operasi.

Padahal, saya pinjam bank untuk bayar mobil dan showroom. Saya putuskan tahan mobil hingga harga stabil. Relasi saya di perusahaan kontraktor juga kesulitan beli mobil karena bunga tinggi. Mereka usul bagaimana kalau mobil saya disewakan saja. Tapi saya belum mengerti bagaimana caranya, belum pernah ada yang menyewakan mobil saat itu di Bandung. Setelah dihitung-hitung, saya setuju. Saya dapat 4% per 20 hari, cukup untuk membayar bunga bank, biaya overhead dan menutup biaya yang lain. Saya pikir coba dulu, ternyata berjalan lancar. Namun, kalau cuma menyewakan enam unit tidak bisa menutup biaya, kebetulan cara menghitungnya sudah ketemu.

Saya pasang iklan waktu itu di koran Pikiran Rakyat dengan penyewaan cara leasing dengan mencontoh perjanjian leasing. Seluruh unit saya sewakan, syaratnya cukup dengan KTP. Saat itu booming, tetapi kendalanya sebagian besar mobil sudah tua. Pelan-pelan, saya ganti dengan armada baru, tetapi pola bisnisnya sudah berubah menjadi rental mobil.

Selama 1991-1994 banyak kejadian, mobil disewa untuk merampok, dijaminkan oleh penyewa, dikejar polisi dan ditembak sampai bolong-bolong. Banyak mobil yang ditahan di kantor polisi dan harus diurus satu per satu. Kalau sampai ada yang kehilangan nyawa, kami jadi saksi. Itu pelan-pelan saya benahi dengan membuat aturan yang lebih kuat. Sewa tidak boleh lepas kunci, kalau sewa jangka pendek harus pakai so pir. Tapi pasarnya waktu itu sudah terbuka.

Bagaimana persaingan bisnis saat itu?

Begitu Cipaganti meledak, semua ikut sampai usaha rumahan. Waktu itu memang masa booming rental sampai dengan 1995 dan mereka semua ikut cara saya. Sewa mobil lepas kunci, tetapi mereka juga banyak masalah.

Pasar terbuka, rental sudah dikenal oleh masyarakat, saya benahi dan pelan-pelan disewakan ke korporasi. Itu terus berjalan dan semakin teratur sistemnya. Dengan pengawasan yang lebih baik, bisnis berkembang. Kemudian buka lagi bisnis travel mulai 2000-an.

Pertama kali buka jurusan Bandung-Sukabumi, tetapi saya gagal. Kemudian, buka jurusan Bogor sukses, buka lagi jurusan Bandara Soekarno-Hatta sukses juga. Waktu itu belum ada jalan tol Cipularang, semua harus lewat Puncak.

Saya buka lagi jurusan Jakarta, terus jalan sampai dengan 2006 saat jalan tol Cipularang dioperasikan. Bisnis terus menggurita, saya kemudian buka sistem shuttle, bus pariwisata, kargo/paket, serta tour dan ticketing untuk mendukung angkutan bandara, dan terakhir bisnis taksi. Pada 2007 menjadi konsep transportasi terpadu dan setiap cabang Cipaganti melayani konsep itu. Bisnis travel pada 2000-an menjadi fenomena dan Cipaganti menjadi generik karena pemain pertama.

Apa ide awal sehingga ide bisnis travel tercetus?

Begini, sejak 2000 sudah ada travel door to door. Saat itu, di Jawa Barat travel seperti itu terkenal, ada Travel 4848 [Subur Ban]. Saya waktu kecil pun sudah naik travel itu. Kan saya sudah punya bekas showroom, sekalian saja dipakai untuk kantor travel. Kantor dan karyawannya diberdayakan.

Saya mengembangkan shuttle point to point karena lebih banyak trip. Kalau door to door Cuma sekali jalan, sedangkan shuttle bisa dua kali trip sehingga untungnya lebih besar dan konsumen pindah ke shuttle karena menghemat waktu.

Orang melihat Cipaganti itu sebuah perusahaan travel, bagaimana Anda bisa terjun ke bisnis lain?

Pada 1994, saya sudah masuk ke bisnis properti. Relasi terbuka waktu bisnis jual beli mobil. Dulu saya pernah sewa lahan untuk jemur kerupuk, lahannya luas sekali. Saat itu, saya kenal dengan bank, yang menawarkan bisnis perumahan. Waktu itu bisnis properti memang sedang bagus.

Konsepnya cari lahan, sementara kredit [KPR] rumahnya disiapkan oleh bank, dipasarkan bersama-sama. Saya kemudian mendatangi pemilik lahan jemur kerupuk itu dan mengajaknya bekerja sama. Ternyata perumahan itu laku, kemudian saya bangun lagi di daerah lain.

Pada 1995, secara kebetulan, saya masuk ke bisnis alat berat. Saya kan juga menyewakan mobil ke perusahaan tekstil dan ternyata mereka perlu alat berat untuk penggantian mesin. Pabrik tesktil rutin mengganti mesin dan perlu alat berat untuk memindahkan mesin lama dengan yang baru.

Untuk memindahkan mesin itu perlu forklift, sehingga saya buka divisi forklift pada 1996-1997. Namun, forklift cuma untuk angkat barang 5-6 ton, sementara pabrik tekstil itu perlu memindahkan boiler yang beratnya 20-25 ton, jadi perlu crain.

Saya coba lagi sewakan crain, lalu divisinya menjadi Cipaganti Forklift dan Crain. Bisnis ini berjalan dengan baik sampai 1997. Pada 1998, Indonesia kena krisis moneter, rental mobil susut, begitu juga alat berat. Perumahan tidak jalan karena bunga tinggi tetapi karena joint dengan pemilik tanah, saya tidak kena kredit bank, walaupun tidak bisa dipasarkan.

Pada 1999, bisnis mulai bergerak lagi. Pada 2000, saya masuk ke Bengkulu melalui keluarga saudara saya yang memimpin divisi alat berat. Ada perusahaan batu bara baru operasi dan perlu sewa ekskavator lima-enam unit, saya beli bekas dan kirim ke Bengkulu untuk buka lahan.

Sewa selama 1 tahun dan unit balik lagi. Ekskavator masih bagus, sewanya juga bagus, saya pikir lebih menguntungkan dari forklift dan crain.

Saya kan asal Banjarmasin. Di daerah itu banyak pertambangan batu bara, tetapi saya masih pikir-pikir karena jauh. Jadi sejak 2001, saya baru masuk pada 2004 ke Banjarmasin. Saya bawa ekskavator dan buldoser bekas, lalu diperbaiki. Ternyata di sana jadi rebutan, mereka bayar sewa dimuka.

Pada 2004, saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ada otonomi daerah, kirim berapa pun alat berat habis disewa. Karena permintaan besar, saya bikin kontrak dengan Caterpillar dan United Tractor. Pada 2005, saya pesan ekska vator ke Caterpillar 100 unit, jumlah yang besar sekali pada waktu itu.

Saya sempat terima beberapa kali pengiriman masing-masing 10 unit sampai ada penertiban tambang pada saat Kapolri Sukamto. Semua tambang liar yang disebut juga tambang bupati ditertibkan. Pengusaha tambang tiarap semua, sementara saya sudah telanjur beli ekskavator. Saya bingung mau disewakan kemana alat berat itu. Akhirnya, usaha saya diam hampir 1 tahun di Banjarmasin, semua alat berat balik ke pool.

Saya pikir bakal repot kalau usaha itu tidak bergerak juga. Tadinya saya cuma fokus di Banjarmasin dan Batulicin, belakangan saya diversifikasi, tidak bisa hanya andalkan batu bara. Akhirnya saya sebar ke Kalimantan Tengah, masuk ke perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Sebagian unit ditarik ke Bandung dan sewakan lagi ke Banjar untuk angkut pasir dan lain-lain.

Akhirnya divisi alat berat ini bukannya makin kecil, malah makin luas dan besar. Cabang kami sekarang sudah di tiga pulau, yakni Jawa, Sumatra (Pekanbaru, Muarabungo, Jambi), dan Kalimantan [kecuali Kalbar masih dipersiapkan]. Di Sulawesi kami akan masuk pada tahun ini, di industri nikel.

Bagaimana masa depan bisnis alat berat ini dan dampaknya ke bisnis Cipaganti secara keseluruhan?

Dengan terbukanya bisnis alat berat, saya menemukan kekuatan Cipaganti yang sesungguhnya saat ini. Kontribusi masih 50:50 antara otojasa dan alat berat, tetapi ke depan akan menjadi tulang punggung yang sangat kuat. Sebab alat berat ini sewanya bagus dan bisa masuk ke bisnis batu bara. Ini menjadi pendapatan yang saling mendukung.

Pada 2008, kami sudah masuk ke sektor mining. Dari penyewaan alat berat ini, mitra kami sebenarnya banyak yang menawarkan kerja sama. Saya sediakan alat, mereka siapkan kuasa pertambangannnya. Tapi saat itu saya belum berani, saya sewakan saja karena belum mengerti mining. Pakai kaca mata kuda.

Akhirnya, pada 2008 saya beranikan diri masuk sendiri. Kami urus langsung, teliti sendiri di lapangan, yang potensi diajukan perizinannya. Saat itu krisis ekonomi global, saya belum berani eksploitasi walaupun ada izinnya. Setelah kondisi ekonomi membaik pada 2009, saya baru gali di Penajam pada 2010. Luas lahannya cuma 100 hektare, itupun kerja sama dengan koperasi dan merangkul penduduk setempat.

Kami bahkan juga masuk ke bisnis lain, yaitu tambang pasir besi di Tasikmalaya. Sudah mulai produksi bahan baku dan lain-lain. Sedang disiapkan, kami sudah kumpulkan bahan baku dan tinggal produksi.

Pabriknya segera dibangun, sebelum aturan berlaku pada 2014. Sudah studi kelayakan, termasuk menyiapkan pelabuhan yang dekat dengan lokasi smelter-nya. Kandungan pasir besi yang dimiliki sekarang sekitar 20 juta ton.

Saya juga akan melangkah ke bisnis kelapa sawit, tetapi sementara masih perlu bisnis yang perputaran dananya lebih cepat, adanya di pertambangan. Sekarang fokusnya di batu bara dan pasir besi. Bisnis tambang kan bisa cepat, sekarang cuma 100 ha, tetapi beberapa tahun lagi bisa jadi ribuan ha, karena seluk-beluknya sudah tahu.

Bisnis Cipaganti terus menggurita. Apakah Anda juga bermimpi untuk masuk ke bisnis penerbangan?

He he… Ujung-ujungnya pasti ke sana. Kalau terintegrasi, tidak hanya di darat, tetapi juga laut dan udara.

Bagaimana Anda mengawasi bisnis yang makin besar?

Salah satunya dengan memperkuat teknologi informasi. TI disiapkan menjadi pengendali paling depan. Kami sedang menyiapkan layanan e-commerce. Sistem pembayarannya bekerja sama dengan bank. Intinya, kami komit dan concern untuk mengembangkan sistem online yang terintegrasi untuk memudahkan konsumen.

Jadi jaringan teknologi informasi (TI) harus kuat, tidak hanya untuk pemasaran, tetapi juga untuk pengawasan.

Sumber: Bisnis.com

Mau Kredit Mobil Tapi DP Pas-pasan? Ini Siasatnya!


Foto: DetikFinance.com


Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menetapkan uang muka (Down Payment/DP) yang cukup tinggi untuk kredit kendaraan bermotor. Bank hanya memberikan pembiayaan sebesar 70% untuk jenis mobil, sedangkan perusahaan pembiayaan (multifinance) sebesar 75%.

Oleh sebab itu, calon pembeli mobil melalui kredit harus merogoh kocek cukup besar yakni 30% dari harga mobil jika menggunakan bank dan 25% dari harga mobil jika melalui multifinance.

Lalu adakah cara jika memang anda ingin membeli mobil baru maupun bekas namun dengan DP pas-pasan?

Berikut beberapa tips maupun pilihan bagi anda yang dikumpulkan Tim Redaksi detikFinance, Selasa (17/7/2012) jika ingin membeli mobil dengan DP pas-pasan:

1. Mintalah diskon harga mobil

Dealer mobil baru maupun bekas pasti akan memberikan diskon harga jika memang pembelian mobil melalui skema kredit. Mengapa? Hal ini terjadi karena jika anda membeli mobil dengan menggunakan skema kredit maka harga mobil jika dicicil dan diakumulasikan pasti menjadi lebih mahal.

Dengan penurunan harga mobil melalui diskon maka otomatis DP pembelian mobil anda akan berkurang.

2. Segera konsultasikan ke bank maupun multifinance mengenai skema pembiayaan

Setiap dealer penjualan mobil baru maupun bekas mempunyai layanan pembiayaan masing-masing. Baik bekerjasama melalui multifinance maupun dengan bank. Pastikan anda telah mengetahui harga kendaraan anda berikut diskonnya.

Setelah itu, konsultasikanlah ke bank maupun ke multifinance mengenai skema pembiayaannya. Jika ditempat dealer tersebut tidak bisa menyediakan 'orang ahli' dalam hal ini maka anda harus mendatangi sendiri bank maupun perusahaan multifinancenya.

Mintalah beberapa pendapat dan masukan dari pihak bank maupun perusahaan multifinance. Sebagai pihak yang akan dibiayai anda harus menjelaskan berapa dana yang anda punya untuk DP dan berapa kemampuan cicilan anda. Pihak bank maupun multifinance akan mencari jalan untuk mengkombinasikan DP dan kemampuan cicilan anda.

3. Mintalah pembayaran DP mobil dengan dicicil

Sejak aturan BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal uang muka berlaku, maka banyak dealer mobil baru maupun bekas yang menawarkan skema cicilan uang muka. Dealer bisa memberlakukan term of pay atau kemudahan membayar DP dalan jangka waktu tertentu bagi pelanggannya.

Hal ini akan memudahkan anda jika memang uang muka anda pas-pasan.

4. Pergilan ke bank syariah maupun pembiayaan syariah

Tahukah anda aturan BI hanya mengkhususkan kepada bank konvensional saja? Ya. Hal ini menjadi keuntungan sendiri bagi para nasabah maupun calon nasabah perbankan syariah.

"Bank syariah tidak terkena aturan DP 30% maupun loan to value 70% dari harga mobil," kata Juru Bicara BI Difi Johansyah.

Alhasil bank syariah masih banyak yang menawarkan DP 20% bahkan hingga 15% untuk pembelian mobil dengan skema kredit.

Sama halnya dengan perusahaan multifinance syariah. Sebenarnya ada beberapa lembaga yang berfokus pada syariah seperti PT Al Ijarah Indonesia Finance atau Amanah Finance milik Kalla Group. Di luar itu, ada beberapa lembaga pembiayaan lain yang selain di konvensional juga memiliki lini bisnis pembiayaan syariah.

Semua lini bisnis syariah tidak tersentuh aturan pembatasan DP yang telah diberlakukan mulai Juni 2012.

Sebelumnya Bapepam-LK mengumumkan bahwa pihaknya tidak mewajibkan perusahaan multifinance yang menjalankan bisnis pembiayaan kendaraan bermotor dengan prinsip syariah untuk mengikuti aturan uang muka minimal yang diatur dalam PMK No 43/PMK.010/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen.

Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Mulabasa Hutabarat menilai, kontribusi pembiayaan kendaraan bermotor dengan prinsip syariah masih rendah terhadap industri pembiayaan nasional. Karena itu, aturan tersebut dikhawatirkan menghambat perkembangan bisnis. “Kami memberikan kesempatan mereka (perusahaan pembiayaan syariah) untuk berkembang karena pelaku bisnisnya masih sedikit sekali,” ungkapnya.

Data Bapepam-LK menunjukkan per Februari 2012 terdapat dua perusahaan multifinance yang menjalankan bisnis pembiayaan berbasis syariah dan sekitar 12 perusahaan multifinance yang memiliki unit usaha syariah. Selain lembaga pembiayaan yang diatur Bapepam-LK, Bank Indonesia (BI) tidak mewajibkan bank syariah mengikuti aturan serupa.


(dru/dnl)


Sumber: DetikFinance.com

INDUSTRI KREATIF: Laba cantik hasil mengoprek sepatu




Foto: Kontan.co.id

Sepatu adalah pelengkap penampilan seseorang. Bahkan, sepatu bisa menjadi penarik perhatian. Tapi, sepatu yang bisa menyedot perhatian terkadang tak tersedia di pasaran. Kalaupun ada, harganya mahal karena sifatnya eksklusif, sehingga tidak terjangkau bagi pemilik bujet yang pas-pasan.
Namun, kini ada cara untuk menyiasatinya, agar bisa memakai sepatu nyentrik, dengan dana terbatas, yakni memakai jasa modifikasi sepatu. Dijamin, Anda bisa jauh lebih hemat ketimbang membeli produk aslinya.
Adalah Novia Kusumawati, pemilik Lolshoes Shop di Solo, Jawa Tengah, yang mulai menjalankan bisnis modifikasi sepatu sejak 2009. Ia mencoba memanfaatkan ceruk bisnis ini lantaran melihat potensi pasar yang masih terbuka lebar.
Awalnya, Novia yang suka menari merasa kesulitannya mencari sepatu untuk menyalurkan hobinya itu. Alhasil, dia pun merakit dan memodifikasi sepatu sesuai kebutuhannya.
Lalu, ia memperkenalkan hasil modifikasi itu kepada teman-temannya di komunitas penari. "Pesanan pun datang dan akhirnya saya lebih serius untuk menggarap bisnis ini," ungkapnya.
Untuk memenuhi pesanan, Novia mensyaratkan pelanggannya mengirimkan sketsa gambar dan ukuran sepatu yang mereka inginkan. "Alangkah lebih baik jika pelanggan juga menginformasikan keperluan penggunaan sepatu tersebut agar bisa diberi masukan sebelum pengerjaan," katanya.
Sampai saat ini Novia hanya memodifikasi sepatu standar yang dia beli dari Bandung dan kemudian ia modifikasi dengan tambahan manik-manik ataupun gesper. "Kami tak memproduksi sepatu, hanya merakit ulang sepatu sesuai keinginan pelanggan," ujarnya.
Novia memberi catatan, untuk menjalankan bisnis ini, seseorang tak harus memiliki pengetahuan tentang sepatu, lo. Hanya perlu kreativitas, keuletan, dan kesabaran. "Prosesnya detail, pengerjaannya bisa memakan waktu hingga 14 hari," jelasnya.
Sekarang Novia menawarkan jasa mengoprek sepatu via online. Ia mempekerjakan empat karyawan untuk mengerjakan order modifikasi sepatu rata-rata sekitar 100 pasang sebulan. Setiap pasang sepatu ia mematok tarif jasa Rp 150.000 - Rp 300.000.
Walhasil, omzet setiap bulannya bisa mencapai Rp 20 juta, dengan margin keuntungan sebesar 30%. Pelanggan Novia kebanyakan datang dari Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Pemesan umumnya memakai sepatu modifikasi untuk keperluan panggung, baik menari, master of ceremony (MC), atau band. "Mayoritas yang kami modifikasi adalah sepatu wedges untuk wanita, dan boots panjang atau sport untuk pria," tuturnya.
Selain Novia, Heri Ristamaji, perajin dan pemilik Lapak Belanja asal Cibaduyut Bandung, juga menggarap ceruk bisnis modifikasi sepatu. Dengan modal keahlian yang ia miliki saat bekerja di pabrik sepatu, Heri mengembangkan keahlian melukis untuk mengembangkan bisnis ini.
"Kami biasanya meminta konsumen datang ke tempat kami dan membuat gambar bentuk modifikasi sepatu yang dipesan," kata dia.
Setelah itu, sepatu ia kerjakan secara handmade atau kerajinan tangan. Heri menerima pesanan aneka sepatu dan sandal, mulai anak-anak sampai orang dewasa, baik sepatu atau sandal untuk laki-laki maupun perempuan.
Sebagian besar garapan Heri berupa sepatu gunung, sepatu show untuk manggung, dan juga sepatu khusus safety. Pemesan sepatu safety biasanya perusahaan-perusahaan pertambangan untuk keperluan pegawai mereka.
Heri membanderol sepatu buatannya mulai dari Rp 110.000 - Rp 800.000 per pasang. Jika sepatu terbuat dari bahan kulit buaya, maka harganya jauh lebih mahal. Dalam sebulan, Heri memproduksi sekitar 50 pasang, dengan omzet Rp 10 juta-Rp 15 juta. Ia bercita-cita bisa mencetak sepatu hingga 1.000 pasang per bulan.

Sumber: Kontan.co.id

Monday, July 16, 2012

Pengusaha "Happy", Uang Mengikuti



Foto: Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Pebisnis harus merasa senang dalam memulai dan mengerjakan usahanya. Bila dia senang maka uang pun akan mengikuti. Demikian inti dari happynomic rules ala Chief Creative Officer of Oh My Goodness (OMG) Creative Consulting, Yoris Sebastian.

"Kalau kita happy, kita suka dengan karyanya, itu menurut saya the money will follow," ujar Yoris kepada Kompas.com, Kamis (12/7/2012).

Yoris menjelaskan, dalam memulai usaha, pelaku usaha diharapkan bisa senang terlebih dahulu. Senang akan karyanya. Happy, kata Yoris, adalah dasar dalam berusaha.

Happynomic sendiri, menurut Yoris, bukan sesuatu yang terlalu berstruktur. Happy bukan berarti passion. Pasalnya, pelaku usaha tetap harus bekerja secara realistis. Usaha harus bisa membiayai kebutuhan sehari-hari. "Tidak semua orang beruntung bisa bekerja dengan passion dia. Ini (usaha) harus ada nilai ekonominya," kata Yoris yang pernah memenangi Asia Pacific Entrepreneur Award tahun 2008.

Yoris pun memberikan nasihat agar pelaku usaha berhati-hati bila bekerja dengan dasar mewujudkan passion-nya. Usaha dengan passion itu harus diyakini terlebih dahulu. "Hati-hati kalau kita ngejar passion terus kita main lompat saja. Tiba-tiba keretanya salah kan gawat. Jadi jangan cabut dulu. Kerjain apa pun yang saat ini realistis kita dapat," tuturnya.

Akan tetapi, Yoris pun menegaskan, jangan sampai uang menjadi nomor satu atau fokus utama. Happy atas karya usaha harus menjadi yang utama. "Tapi ekonomi atau uang, buat saya—dari dulu sebagai sebuah karyawan, top level management, ataupun sekarang sebagai owner—selalu money is number two, three. Selalu happy-nya dan karyanya yang utama," papar dia. "Happynomic itu lebih ke personal," tegas Yoris.

Editor :A. Wisnubrata

Sumber: Kompas.com

Thursday, July 12, 2012

Korporasi : Memelihara Kepercayaan


Foto: Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Usahawan Sudhamek Agoeng menelepon teman dekatnya dan berkata, ”Lowongkah engkau siang ini? Ayo makan di kantorku. Ada makanan dari rumah.” Sudhamek tampak penuh ria tatkala temannya mengiyakan ajakannya.

Pukul 12.05, teman Sudhamek tiba dan mereka kemudian makan-minum sambil bercerita panjang lebar. Percakapan mereka kerap diselingi derai tawa. Dan, karena lezat, 60 persen makanan itu tandas.

Makanan khas rumahan itu sederhana. Tidak dalam wujud spektakuler sebagaimana biasanya makanan restoran kelas satu. Namun, karena kedua sahabat itu memang bersahaja, segalanya mengalir wajar. Hal yang menarik, mereka bercakap-cakap tentang pertumbuhan perusahaan yang menakjubkan. Sudhamek, Chief Executive Officer Garudafood, bercerita tentang ekspor produknya di 23 negara di lima benua berjalan mulus. Ia menyiapkan ekspansi dalam lingkup amat luas.

Menyukai makanan dari rumah ini tampak pula pada sejumlah usahawan , di antaranya Ciputra, Sukanta dari Grup Sinar Sahabat, dan Trihatma Haliman dari Grup Agung Podomoro. Mereka pun akrab dengan baju batik, kemeja polos.

Trihatma bertutur, mereka bersahaja karena sudah menjadi kebiasaan ketika memulai karier dari level paling bawah. Pulang sekolah dari Jerman, ia bekerja bersama para tukang, pengangkat bata dan pasir. Ketika sukses membawa Agung Podomoro sebagai megagrup properti, sikapnya tidak berubah. Tetap menyukai makanan dari rumah yang dikerjakan istri, dari sinilah tumbuh spirit dan ketekunan luar biasa.

Ia mengatakan, kesederhanaan menggugah kita berpikir dalam spektrum luas dan dalam. Kalau merancang megaproyek, misalnya, selalu bening, lurus, tidak ruwet. Ribuan karyawan ditangani dengan sikap sama, tidak membeda-bedakan.

Kepada anak buahnya, ia suka menggugah mereka agar tidak telantarkan keluarga. Hiduplah sesuai dengan kemampuan, jangan banyak kebutuhan. Terlampau banyak kebutuhan biasanya menjerumuskan seseorang bertindak ilegal demi pemenuhan kebutuhannya. ”Ich bin aus dem einfachen Leben glucklich (saya berbahagia karena hidup sederhana),” katanya.

Perilaku ugahari, tambah usahawan Sukanta, juga mendorong seorang pengusaha menjadi lebih ulet, tidak lupa daratan. Ia bercerita, sejumlah usahawan besar Indonesia lahir dari bilik-bilik kecil di Jalan Pintu Kecil. Dulu, tahun 1950-an hingga awal 1970, pintu kecil dijuluki ”Wall Street” Indonesia karena aktivitasnya sebagai pusat perdagangan dan bisnis berspektrum luas. Yang menarik, kendati menjadi usahawan besar, termasuk eksportir tekstil yang masyhur, para pebisnis mantan ”Pintu Kecil” itu tetap bersahaja. Mereka mengenakan celana pendek, lengan pendek, bahkan kalau berada di biliknya hanya mengenakan kaus dalam cap Swan karena udara sangat pengap.

Dari kesederhanaan sikap itu, tumbuh saling percaya. Kata Sukanta, ”Dulu mana ada cek dan akta notaris. Seseorang bisa mengambil barang dari pedagang lain senilai ratusan juta rupiah (angka amat besar pada masa itu) hanya dengan anggukan kepala. Namun, semua pinjaman dikembalikan tanpa cacat. Sekarang gaya bisnis seperti itu sudah lesap, sejalan dengan melemahnya sikap hidup sederhana dan menurunnya saling percaya.

Tentu kini sudah sulit kembali ke langgam seperti itu. Namun, sikap bersahaja, dan dari situ lahir lompatan-lompatan bisnis besar, sangat memungkinkan. Gaya boleh, tetapi kualitas kerja jauh lebih penting.

Editor :Rusdi Amral


Sumber: Kompas.com

Tuesday, July 10, 2012

"Cash is The King"


KOMPAS.com — Pernah mendengar istilah cash is the king alias punya uang tunai adalah raja? Saya asumsikan Anda pernah dengar atau tahu istilah tersebut. Makna utama dari istilah ini adalah ketika Anda memiliki cukup uang kas, Anda akan memiliki fleksibilitas dan kemudahan dalam hal keuangan.

Berikut ini beberapa keutamaan memiliki uang kas, antara lain:
1. Kebutuhan jangka pendek
Memiliki sejumlah uang kas membantu Anda untuk menjalani kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan belanja, beli bensin, bayar listrik, uang sekolah, uang jajan, hingga membayar sumbangan. Semua ini merupakan kebutuhan yang perlu dibayar tunai dan jangan sekali-kali berpikir untuk menggunakan kartu kredit yang ujung-ujungnya Anda harus membayar biaya lebih akibat terkena bunga pinjaman. Ini merupakan kebutuhan yang perlu disisihkan dari pendapatan Anda dan sudah pasti terjadi setiap bulannya.

2. Dana darurat
Persiapan dana tunai atau uang kas ketika hal-hal terjadi di luar kebiasaan adalah mutlak diperlukan dalam kehidupan kita. Kita mungkin menghadapi suatu kondisi di mana kita mendadak kehilangan pekerjaan dan perlu waktu untuk mencari penggantinya. Kondisi lainnya yang mungkin terjadi adalah apabila salah satu sanak saudara tertimpa musibah dan sangat memerlukan bantuan keuangan dalam jumlah besar.

Jangan sampai ketika kondisi tersebut datang, Anda menjadi kalang kabut dan berpikir untuk menjual aset Anda. Hal ini merupakan sebagian opsi, tetapi sebaiknya merupakan opsi terakhir. Apabila Anda memiliki dana darurat, Anda tidak akan kehilangan aset dan tidak mengalami potensi kerugian atas penjualan aset tersebut. Dana darurat setidaknya melepaskan Anda dari masalah keuangan di tahap awal dan memberikan kesempatan bagi Anda untuk bertindak rasional tanpa merusak tatanan rencana keuangan Anda yang sudah dibangun.

Kedua poin di atas merupakan hal mutlak dari keutamaan memiliki uang kas di dalam perencanaan keuangan. Pada poin selanjutnya, saya berkeinginan untuk menjabarkan lebih mendalam berkaitan dengan keutamaan memiliki uang kas. Menurut saya, hal ini perlu juga menjadi pertimbangan Anda. Poin nomor 3 adalah:

3. Kesempatan
Ada kondisi atau suatu masa di mana Anda menemukan sebuah kesempatan untuk berinvestasi, tetapi kesempatan tersebut terlewati karena Anda sama sekali tidak memiliki uang kas untuk berpartisipasi. Anda mungkin berpikir memang ada ya kondisi seperti itu? Jawabannya: Ada...!

Seorang konglomerat di Indonesia pernah berkomentar dalam sebuah seminar yang pernah saya ikuti pada akhir tahun 2008, ketika itu IHSG terpuruk jatuh di kisaran 1.000. Ia berkata, "….saat ini banyak sekali berlian berserakan di jalan dan tidak ada satu pun yang mau mengambil atau membelinya. Alasannya ada dua: pertama takut dan kedua tidak punya uang kas untuk mengambil kesempatan tersebut."

Mau bukti? Perhatikan harga saham-saham blue chips ketika masa itu. Bandingkan harga saham tersebut pada tahun 2008 dengan harga pada tahun 2012. Saya ambil contoh: sebuah saham otomotif terbesar di Indonesia,  ketika akhir Oktober 2008 jatuh hingga Rp 6.600 per lembar saham dan pada Januari 2012 pernah menginjak di harga tertinggi, yaitu Rp 79.000 per lembar saham. Bayangkan apabila Anda membeli saham tersebut dengan dana Rp 50 juta di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi, maka dana Anda akan menjadi Rp 598 juta. Wow… hampir 12 kali keuntungan Anda.

Satu contoh lagi: sebuah saham perbankan kita pada tahun 2008 pernah memiliki harga Rp 400 per lembar saham dan pada awal 2012 berharga sekitar Rp 4.000 per lembar saham, 10 kali lipat kenaikannya. Hmmm… menggiurkan bukan? Semuanya bisa Anda dapatkan apabila saat itu Anda memiliki uang kas.

Namun, hal tersebut tidak serta-merta bisa terjadi di semua pilihan saham. Terdapat pula saham yang stagnan dan tidak berkembang. Ilustrasi di atas adalah kondisi di mana semuanya berjalan dengan lancar dan pengetahuan maupun pengalaman mutlak diperlukan untuk itu.

Butuh riset dan keahlian mendalam dalam menentukan investasi. Jangan lupa pula bahwa investasi tidak hanya mencari keuntungan di jangka pendek, tetapi disesuaikan dengan tujuan finansial Anda. Tujuan ilustrasi tersebut adalah sekadar memberikan gambaran mengenai adanya kesempatan ketika Anda memiliki uang kas.

Oh ya… satu hal lagi, kesempatan ini tidak hanya berlaku pada saham, bisa berlaku pada kendaraan investasi lainnya juga, seperti properti, emas, obligasi, dan juga reksadana.

Pesan terakhir
Dalam tulisan terdahulu saya pernah menjabarkan bagaimana merencanakan investasi dan mengenal instrumen (kendaraan) investasi. Karakteristik dari kendaraan tersebut berbeda-beda dan disesuaikan dengan destinasi finansial yang dituju. So, tentukan dahulu tujuan finansial Anda baru kemudian pilih kendaraan untuk mencapainya.

Nah, dalam tulisan ini saya ingin menunjukkan bahwa memiliki dana tunai juga merupakan suatu hal yang utama dalam perencanaan investasi. Semenjak dulu dan hingga kini, memiliki uang kas merupakan salah satu kemungkinan kendaraan investasi teraman dan berguna bagi kita dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu… seperti saat ini.... Selamat berinvestasi dan sukses selalu untuk Anda.
(Pondra N Permana MM, CFP®, AEPP™/Equity Advisor TGRM Perencana Keuangan)

Editor :Erlangga Djumena

Sumber: Kompas.com

Ini Tips Menghindari Investasi Berjangka "Abal-abal"




JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini banyak modus penipuan yang dilakukan dengan baik oleh perusahaan pialang yang berkedok investasi berjangka. Mereka menjaring nasabah dengan cara mengundang melalui e-mail, situs, iklan di koran, atau menggunakan marketing hingga event organizer yang cukup dikenal. Acaranya pun berlangsung di suatu hotel, ruangan kantor yang berkapasitas 25-100 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Kepala Bappebti) Syahrul R Sempurnajaya saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Ia menjelaskan, mula-mula undangan tersebut menawarkan investasi properti, multi-level marketing (MLM), investasi emas, dan lain-lain. Setelah berbagai penawaran produk investasi disampaikan, lalu mereka menawarkan investasi berjangka.

Syahrul menyebutkan, dalam investasi berjangka normal, setiap perusahaan pialang akan mengundang dan mempromosikan iklan semua produk komoditas berjangka, baik itu multilateral (kakao, olein, CPO, emas, timah) maupun produk derivatif (valas berjangka, indeks). Semua prosedur tersebut juga harus sepengetahuan dan seizin Bappebti, seperti brosurnya, lalu kalimat yang tertera di iklan dan juga materi promosinya.

"Itu semua harus disampaikan dahulu ke KPU Bappebti untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan, seperti lokasi undangan, waktunya, kapasitas yang hadir, lalu siapa yang memberikan materi investasi, apakah yang bersangkutan ahli dalam produk multilateral atau produk derivatif dari dalam dan luar negeri," tuturnya.

Berikut tujuh tips yang dipaparkannya guna menghindari penipuan berkedok investasi berjangka:

1. Pelajari latar belakang perusahaan yang menawarkan investasi.
2. Pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan.
3. Pelajari kontrak berjangka komoditas yang diperdagangkan.
4. Pelajari wakil pialang, apakah mendapatkan izin dari Bappebti.
5. Pelajari dokumen perjanjian investasi tersebut.
6. Pelajari risikonya.
7. Jangan mudah percaya dengan janji-janji keuntungan dan bunga yang ditawarkan perusahaan pialang.

"Yang terpenting ialah pengaduan dari masyarakat pada Bappebti mengenai kebenaran penawaran yang dilakukan perusahaan pialang melalui iklan di media cetak maupun internet," imbuhnya.



Editor :Erlangga Djumena


Sumber: BisnisKeuangan.Kompas.com

Mengenali Jenis Investasi Anda


Tahukan Anda, Perbedaan Menabung dan Berinvestasi?

Sebelum mengetahui jenis-jenis investasi, sebaiknya Anda mengetahui dulu perbedaan antara menabung dan berinvestasi.




Menabung berarti menyisihkan uang Anda tanpa mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang yang Anda simpan. Dengan menabung di bank, setidaknya Anda tahu bahwa uang Anda akan lebih aman dibandingkan jika Anda menaruhnya di bawah bantal. Memang jika kita lihat sekilas, berbagai macam tabungan di bank menawarkan bunga tabungan sebesar 1-3% setahunnya. Akan tetapi, jika Anda perhatikan, setiap tahun harga-harga barang selalu naik dengan persentase yang jauh melebihi bunga tabungan Anda. Jika Anda sadar, sebenarnya uang Anda telah berkurang nilainya.

Sementara itu, berinvestasi berarti mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang Anda seiring dengan berjalannya waktu, sehingga akan memberikan keuntungan bagi Anda. Uang yang diharapkan memberikan akan bertambah nilainya itu disimpan dalam suatu bentuk kekayaan yang disebut dengan aset.

Jenis-Jenis Aset

Dalam berinvestasi, terdapat dua macam jenis aset, yaitu aset riil dan aset finansial, yang sama-sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan Anda. Dalam berinvestasi, Anda harus ingat bahwa selalu terdapat risiko akan kehilangan modal Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui dengan benar aset-aset yang Anda pilih untuk berinvestasi.

Aset Riil
Aset riil adalah aset yang memiliki wujud. Contohnya adalah tanah, rumah, emas, dan logam mulia lainnya. Berinvestasi pada aset riil merupakan hal yang umum dilakukan. Contohnya, Anda membeli rumah, dan kemudian menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan bulanan. Belum lagi ketika rumah itu selesai disewa dan harganya naik, Anda dapat menjualnya dan mendapatkan keuntungan. Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dari berinvestasi di aset riil ini, karena meskipun harganya dapat naik-turun, tetapi dalam jangka panjang nilainya cenderung meningkat.

Aset Finansial
Aset finansial merupakan aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai yang tinggi. Umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal, yang di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Beberapa contoh dari aset finansial adalah instrumen pasar uang, obligasi, saham, dan reksa dana.

Instrumen pasar uang adalah surat utang jangka pendek yang kurang dari satu tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan. Sebagai imbalan, Anda sebagai pemberi utang akan mendapatkan sejumlah bunga dari nilai awal investasi Anda. Umumnya bunga ini akan dibayarkan pada akhir periode investasi.
Contoh dari instrumen pasar uang adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia dan promissory notes. Secara umum, instrumen pasar uang memiliki tingkat risiko investasi berupa gagal membayar nilai investasi dan bunga yang sangat rendah.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Jangka waktu utang pada obligasi adalah lebih dari satu tahun.  Obligasi diperdagangkan di pasar modal. Anda yang membeli obligasi akan mendapatkan imbalan berupa sejumlah bunga dari nilai awal investasi Anda, yang disebut dengan kupon. Kupon ini umumnya dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali dalam satu tahun,
Obligasi tingkat risiko investasi yang rendah, namun risikonya sedikit diatas instrumen pasar uang. Risiko terbesar yang dihadapi oleh Anda sebagai pemegang obligasi adalah adanya kemungkinan penerbit obligasi tidak dapat membayar kembali utangnya. Oleh sebab itu, terdapat lembaga pemeringkat yang memberikan peringkat terhadap obligasi yang dikeluarkan untuk mengetahui seberapa besar risiko gagal bayar obligasi tersebut.

Saham adalah tanda bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Orang yang memiliki saham berhak atas pembagian keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut, yang disebut dengan dividen, sesuai dengan persentase kepemilikannya di perusahaan tersebut. Selain itu, harga saham sebuah perusahaan akan bergerak mengikuti kinerja perusahaan tersebut.
Jika perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik, maka harga sahamnya akan ikut naik sehingga pemegang saham akan mendapatkan keuntungan jika menjual sahamnya. Saham juga diperdagangkan di pasar modal dan memiliki tingkat risiko investasi yang tinggi, karena terdapat risiko kebangkrutan perusahaan sehingga uang Anda dapat hilang.
Dalam berinvestasi di saham, Anda harus mengetahui apakah perusahaan tersebut benar-benar memiliki kinerja yang baik. Anda harus melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan, kondisi ekonomi negara, dan hal-hal lainnya yang cukup menyita waktu Anda. Namun tentunya hal ini sebanding dengan potensi keuntungan yang didapatkan.

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana tersebut disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian.
Reksa dana merupakan solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.
Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memilii keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak memiliki cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi Anda. Untuk mengetahui lebih detail mengenai reksa dana, Anda dapat membaca bagian Reksa Dana & Anda.

Memilih Jenis Investasi yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Setelah mempelajari jenis-jenis investasi di atas, langkah yang harus Anda lakukan adalah mengetahui manfaat dari semua jenis investasi tersebut. Setiap jenis investasi  memiliki beberapa karakteristik tersendiri, yaitu potensi imbal hasil yang didapatkan, tingkat risiko investasi, jangka waktu investasi ideal, kemudahan untuk mencairkan investasi, dan jumlah modal yang dibutuhkan.



Dari segi kemudahan untuk mencairkan hasil investasi, aset finansiaI lebih mudah untuk dijual dibandingkan dengan aset riil. Sedangkan dari segi jangka waktu investasi, investasi pada aset riil maupun aset finansial dibagi 3 sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk kebutuhan jangka panjang Anda, saham dan properti merupakan jenis investasi yang sesuai karena memberikan potensi pertumbuhan hasil investasi yang tinggi. Obligasi merupakan investasi yang sesuai untuk kebutuhan jangka menengah Anda karena memberikan kupon secara berkala. Sedangkan, untuk investasi jangka pendek,  produk bank seperti tabungan adalah produk keuangan yang paling sesuai.

Setelah Anda memahami manfaat dari masing-masing jenis investasi, pilihlah yang paling sesuai dengan jangka waktu kebutuhan keuangan Anda. Selain itu, Anda harus mempertimbangkan kriteria-kriteria lainnya sehingga Anda mantap untuk melakukan investasi.

sumber: DanareksaOnline.com

Hati-hati Menerapkan Analisa Teknikal


Monexnews - Sangat penting untuk memiliki pengetahuan dasar tentang analisa teknikal dan grafik. Dengan begitu, anda bisa memilah informasi dari luar sebelum memutuskan analisa mana yang berpotensi membahayakan nilai modal anda.

Mari kita lihat contoh grafik di bawah ini.

Pada grafik tersebut ada yang menulis:

“Penurunan akhir-akhir ini dihambat oleh kombinasi beberapa tahanan, yaitu moving average dan support horisontal di level $2.34. Harga telah kembali menguat dari level support tersebut dan indikator lainnya memperlihatkan sinyal beli bullish. Target kenaikan di $2.71.”

Mari kita kupas satu per satu pemaparan analisis di atas:

Support disediakan oleh moving average. Suatu garis moving average tidak membentuk level support atau resistance. Keberadaan support dan resistance dimulai saat harga bergerak menjauh dari titik harga yang sudah terbangun sebelumnya.

Suatu moving average adalah kalkulasi matematis dari sebuah harga rata-rata. Setiap perubahan pada periode perhitungan untuk moving average turut mengubah posisi dari level support. Moving average memang memberikan suatu variabel, namun bukan sebuah level support.

Support horisontal terletak di $2.34. Sebuah level support/resistance terbentuk saat harga rebound/terkoreksi secara konsisten dari titik tersebut. Pada grafik ini, terdapat satu titik rebound di $2.34. Bila kita tarik garis tersebut ke arah kiri, garis itu tidak mencerminkan adanya titik rebound maupun koreksi. Jadi penempatan garis di level $2.34 hanyalah imajinasi semata bukan level support yang sesungguhnya.







Rangkaian indikator di atas menunjukkan bullish. Indikator stochastic memperlihatkan sebuah sinyal persilangan bullish. Keberadaannya mengikuti 4 sinyal persilangan bullish dalam periode 6 bulan, namun 50% di antaranya tidak akurat! Kehandalan sebuah sinyal indikator harus diperbandingkan dengan performanya di masa lalu dan kehandalannya pada pergerakan instrumen ini.

Sementara akurasi dari sinyal beli MACD Histogram mencapai 60% pada timeframe ini. Untuk sinyal jualnya, akurasi hanya mencapai 50%. Penggunaan kombinasi antara MACD dan MACD-H menghasilkan akurasi sebanyak 2 dari 3 sinyal beli yang muncul. Kesimpulannya adalah sinyal bullish yang ditunjukkan oleh grafik MACD tidak benar.

Analisa teknikal diterapkan sesudah analisa grafik. Analisa teknikal menggunakan indikator-indikator. Sementara analisa grafik menggunakan pola dan aktivitas dari perilaku harga. Peran analisa grafik selalu lebih besar dibanding analisa teknikal karena analisa grafik mengindentifikasi perilaku dan cara pikir pelaku pasar. Pola dominan pada grafik ini adalah pola head and shoulder, sebagaimana terlihat pada titik A, B dan C.

Pola itu terbentuk dan dua hari kemudian terjadi penurunan harga. Proyeksi neckline pada pola memberikan target penurunan ke dekat $2.15. Target itu akhirnya tercapai dan terlampaui dalam 15 hari sesi perdagangan.

Selalu ada ruang untuk memiliki interpretasi sendiri dan ketidaksepakatan dengan sebuah analisis. Kita melihat grafik yang sama dan mengaplikasikan indikator yang sama pula. Namun kita memiliki bias sendiri dan mungkin menginterpretasikannya secara berbeda. Di sinilah letak sisi bisnis dari pasar keuangan. Selalu ada pembeli bagi setiap penjual, yang mempunyai pendapat dan kesimpulan berbeda.

Masalah sesungguhnya datang ketika metode analisanya tidak akurat atau tidak diaplikasikan secara benar. Ini bukan soal perbedaan interpretasi. Ini adalah undangan untuk merugi.

(dim/art)


Profil Penulis: 

Mr. Daryl Guppy adalah seorang Trader dan pengarang buku Trend Trading, The 36 Strategies of the Chinese for Financial Traders dan CEO www.guppytraders.com. Beliau tampil secara reguler di CNBC Asia Squawk Box. Beliau menjadi pembicara di beberapa seminar Trading di China, Asia, Australia dan Eropa. Beliau akan hadir sebagai pembicara di Indonesia pada Februari 2012 dalam Monex Investor Club.

Sumber: MonexNews