Showing posts with label investment. Show all posts
Showing posts with label investment. Show all posts
Friday, August 3, 2012
Belajar Trading: Trading Memanfaatkan News
Tuesday, July 31, 2012
Dollar sebagai ‘safe haven’ ?
![]() |
| Sumber gambar: goldalert.com |
Seperti galibnya sinyal otomatis, tiap kali pasar finansial global dilanda ketidakpastian, aset-aset ‘safe haven’ pun menjadi buruan. Anehnya, salah satu aset yang dianggap aman dan likuid adalah aset dalam Dollar AS terutama US Treasury notes (Surat Utang Negara/SUN AS), selain juga aset-aset safe haven lain seperti Dollar Kanada, Franc Swiss dan Yen Jepang.
Wednesday, July 18, 2012
Skema baru penjualan ORI 009
Kontan.co.id
JAKARTA. Anda yang akan menambah portofolio obligasi negara ritel (ORI), simak baik-baik rencana terbaru pemerintah. Saat ini, pemerintah tengah mengotak-atik skema penjualan ORI terbaru, 009, Pemerintah berniat menerapkan masa pelepasan investor perdana (holding period) dan mengurangi batas pembelian.
Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Loto S. Ginting, menuturkan, aturan yang tengah dikaji adalah: pertama melarang investor menjual ORI sampai pemberian kupon pertama, atau satu bulan setelah terbit.
Sebelumnya, investor boleh langsung menjual ORI setelah masuk pasar sekunder. "Orientasinya untuk investasi sehingga investor tidak serta merta menjual," ujar Loto kepada KONTAN.
Kedua, pemerintah akan memperkecil maksimal pembelian ORI menjadi Rp 2,5 miliar, dari Rp 3 miliar. Pemerintah berharap, aturan baru itu akan memperbesar investor ritel. "Kami mengutamakan investor yang benar-benar ingin berinvestasi di ORI," tegas Loto. Profil investor ORI saat ini sudah beragam, mulai dari pegawai negeri sipil (PNS), swasta sampai ibu rumah tangga .
Menurut Loto, kedua rencana aturan itu memang belum pasti akan berlaku. Bisa saja salah satu saja yang akan menjadi aturan. "Arahnya saat ini ke skema minimum holding period," ujar dia. Target pemerintah, skema penjualan ORI 009 itu akan keluar sebelum bulan Oktober 2012.
Herdi Ranuwibowo, Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities menjelaskan, skema baru ini bisa menambah basis investor. Investor ritel juga bisa menikmati capital gain dari ORI ini. Selain itu, ORI juga digemari investor institusi.
Namun skema baru membutuhkan sosialisasi agar agen penjual bisa menjual sesuai target. "Kami yakin bisa meyakinkan investor ritel. Sulit awalnya, tapi kami optimistis," ujar Herdi. Namun, skema baru itu akan mempengaruhi penyerapan ORI.
Budi Susanto, Kepala Riset Pasar Surat Utang Danareksa Sekuritas menjelaskan, pihaknya sudah menyosialisasikan rencana tersebut ke sebagian investor. "Karena minimum holding period hanya satu kali kupon, mereka bisa menerima. Kami tetap optimistis bisa menjual ORI dengan maksimal," ujar dia.
Menurutnya, rencana ini juga positif bagi pemerintah, karena bertujuan menjaring investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang. "Kami sudah berdialog dengan investor. Mungkin ada pengaruh ke penjualan, tetapi tidak signifikan," kata dia.
Rudiyanto, pengamat pasar modal juga yakin aturan ini berdampak positif bagi investor ritel. "Ini juga demi menghindari kecurangan perusahaan menitip ke investor ritel," ujar dia.
Sumber: Kontan.co.id
Wednesday, July 11, 2012
Asing Masih Beli Saham, IHSG Kuat
Foto: MonexNews.com
Monexnews - Bursa Indonesia ditutup naik 0.2% ke 4019.133 di tengah minimnya transaksi perdagangan. Pemain asing melakukan pembelian saham telekomonukasi pilihan dan saham perbankan blue chips akibat ekspektasi earnings kuartal paruh pertama yang kuat, papar trader.
Untuk hari Kamis (12/07) pasar diprediksi akan mengumpulkan gain dengan level resistance di 4050. "Tindakan investor asing yang terus melakukan pembelian akan mendorong indeks terus bergerak naik," jelas seorang trader di perusahaan sekuritas lokal. Investor asing melakukan pembelian saham senilai IDR263 miliar. Mereka menjual saham hingga senilai IDR531 miliar dalam dua sesi terakhir. Diantara saham yang gain, Telkom (TLKM.JK) naik 2.4% ke IDR8,450 dan Bank Mandiri (BMRI.JK) +1.4% ke IDR7,050. Profit taking menghantam saham Bumi (BUMI.JK), yang anjlok hingga 1.8% ke IDR1,120.
(din)
Sumber: MonexNews.com
Subscribe to:
Posts (Atom)


