Showing posts with label investasi. Show all posts
Showing posts with label investasi. Show all posts

Friday, August 3, 2012

Belajar Trading: Ancaman Finansial yang Perlu Kita Pelajari


Apa yang Disebut Deflasi dan Kenapa Hal itu Ditakutan?

 Apa yang telah terjadi pada Bank sentral dan intitusi internasional dalam beberapa minggu terakhir ini (sejak bulan Oktober) mengatakan bahwa resiko akan terjadinya Deflasi sudah meningkat, meski kadarnya masih dalam skala kecil. Pembahasan Deflasi telah mengingatkan kita pada kondisi pasar finansial Jepang yang memakan waktu selama satu dekade dalam perjuangannya untuk mengakhiri kesulitan ekonomi yang sudah dimulai dari pertengahan 1990, diawali dengan kelanjutan penurunan pada harga yang mengancam program pertumbuhan ekonomi pemerintah. The Organisation for Economic Coorperation and Development (OECD) di tanggal 13 November memperkirakan Deflasi akan kembali pada perekonomian Jepang di tahun 2009, dan di tanggal 12 November lalu, Gubernur bank sentral Inggris Mervyn King berkata bahwa beliau tidak mengecilkan kemungkinan terjadinya deflasi di Daratan Inggris. Bank sentral di zona eropa dan Amerika Serikat telah menurunkan kemungkinan akan kelanjutan terjadinya Deflasi dalam ekonomi mereka dalam beberapa minggu terakhir.

Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp173,95 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - Dana kelolaan reksa dana mencapai Rp173,95 triliun periode Juli 2012 atau naik Rp4,04 triliun dibandingkan periode Juni 2012 sebesar Rp169,91 triliun.

Demikian seperti dikutip dari situs Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Jumat (3/8/2012). Jumlah unit penyertaan naik menjadi 105,81 miliar periode Juli 2012 dari periode Juni 2012 sebesar 104,88 miliar.

Tuesday, July 31, 2012

Dollar sebagai ‘safe haven’ ?


Sumber gambar: goldalert.com

Seperti galibnya sinyal otomatis, tiap kali pasar finansial global dilanda ketidakpastian, aset-aset ‘safe haven’ pun menjadi buruan. Anehnya, salah satu aset yang dianggap aman dan likuid adalah aset dalam Dollar AS terutama US Treasury notes (Surat Utang Negara/SUN AS), selain juga aset-aset safe haven lain seperti Dollar Kanada, Franc Swiss dan Yen Jepang.

Foxconn Siap Bangun Pabrik di Jawa Tahun Ini


JAKARTA, KOMPAS.com -  Niat produsen komponen elektronik asal Taiwan, Foxconn Technology Group berinvestasi di Indonesia semakin mendekati kenyataan. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan kunjungan perwakilan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ke Taiwan pekan lalu mendapatkan hasil positif.

Tuesday, July 24, 2012

Investasi Tanah, Rumah atau Apartemen?



KOMPAS.com - Pembaca yang bijak, setelah artikel mengenai 5 Kiat agar Mahasiswa Mampu KPR, maka kini saatnya membahas secara garis besar mana yang lebih menguntungkan diantara investasi properti tanah, rumah atau apartemen?  Bagaimana formulasi tingkat pengembalian (return) didalam investasi properti tersebut? Faktor resiko apa yang mungkin terjadi dalam investasi tersebut?

Wednesday, July 18, 2012

Skema baru penjualan ORI 009


Kontan.co.id

JAKARTA. Anda yang akan menambah portofolio obligasi negara ritel (ORI), simak baik-baik rencana terbaru pemerintah. Saat ini, pemerintah tengah mengotak-atik skema penjualan ORI terbaru, 009, Pemerintah berniat menerapkan masa pelepasan investor perdana (holding period) dan mengurangi batas pembelian.
Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Loto S. Ginting, menuturkan, aturan yang tengah dikaji adalah: pertama melarang investor menjual ORI sampai pemberian kupon pertama, atau satu bulan setelah terbit.
Sebelumnya, investor boleh langsung menjual ORI setelah masuk pasar sekunder. "Orientasinya untuk investasi sehingga investor tidak serta merta menjual," ujar Loto kepada KONTAN.
Kedua, pemerintah akan memperkecil maksimal pembelian ORI menjadi Rp 2,5 miliar, dari Rp 3 miliar. Pemerintah berharap, aturan baru itu akan memperbesar investor ritel. "Kami mengutamakan investor yang benar-benar ingin berinvestasi di ORI," tegas Loto. Profil investor ORI saat ini sudah beragam, mulai dari pegawai negeri sipil (PNS), swasta sampai ibu rumah tangga .
Menurut Loto, kedua rencana aturan itu memang belum pasti akan berlaku. Bisa saja salah satu saja yang akan menjadi aturan. "Arahnya saat ini ke skema minimum holding period," ujar dia. Target pemerintah, skema penjualan ORI 009 itu akan keluar sebelum bulan Oktober 2012.
Herdi Ranuwibowo, Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities menjelaskan, skema baru ini bisa menambah basis investor. Investor ritel juga bisa menikmati capital gain dari ORI ini. Selain itu, ORI juga digemari investor institusi.
Namun skema baru membutuhkan sosialisasi agar agen penjual bisa menjual sesuai target. "Kami yakin bisa meyakinkan investor ritel. Sulit awalnya, tapi kami optimistis," ujar Herdi. Namun, skema baru itu akan mempengaruhi penyerapan ORI.
Budi Susanto, Kepala Riset Pasar Surat Utang Danareksa Sekuritas menjelaskan, pihaknya sudah menyosialisasikan rencana tersebut ke sebagian investor. "Karena minimum holding period hanya satu kali kupon, mereka bisa menerima. Kami tetap optimistis bisa menjual ORI dengan maksimal," ujar dia.
Menurutnya, rencana ini juga positif bagi pemerintah, karena bertujuan menjaring investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang. "Kami sudah berdialog dengan investor. Mungkin ada pengaruh ke penjualan, tetapi tidak signifikan," kata dia.
Rudiyanto, pengamat pasar modal juga yakin aturan ini berdampak positif bagi investor ritel. "Ini juga demi menghindari kecurangan perusahaan menitip ke investor ritel," ujar dia.

Sumber: Kontan.co.id

Wednesday, July 11, 2012

Asing Masih Beli Saham, IHSG Kuat

Foto: MonexNews.com



Monexnews - Bursa Indonesia ditutup naik 0.2% ke 4019.133 di tengah minimnya transaksi perdagangan. Pemain asing melakukan pembelian saham telekomonukasi pilihan dan saham perbankan blue chips akibat ekspektasi earnings kuartal paruh pertama yang kuat, papar trader.

Untuk hari Kamis (12/07) pasar diprediksi akan mengumpulkan gain dengan level resistance di 4050. "Tindakan investor asing yang terus melakukan pembelian akan mendorong indeks terus bergerak naik," jelas seorang trader di perusahaan sekuritas lokal. Investor asing melakukan pembelian saham senilai IDR263 miliar. Mereka menjual saham hingga senilai IDR531 miliar dalam dua sesi terakhir. Diantara saham yang gain, Telkom (TLKM.JK) naik 2.4% ke IDR8,450 dan Bank Mandiri (BMRI.JK) +1.4% ke IDR7,050. Profit taking menghantam saham Bumi (BUMI.JK), yang anjlok hingga 1.8% ke IDR1,120.

(din)

Sumber: MonexNews.com

Instrumen jangka pendek lebih aman untuk dilirik (2)


Foto: Kontan.co.id


Cari tahu jangka waktu investasi

Meski begitu, bukan berarti Anda bisa sembarangan menginvestasikan dana di saat pasar sedang tertekan seperti sekarang. Strategi pengelolaan investasi di saat kondisi pasar modal sedang buruk seperti saat ini akan bergantung pada horizon investasi Anda.

Nah, horizon investasi sendiri berkaitan dengan tujuan Anda melakukan investasi. Jadi, untuk berinvestasi di saat kondisi pasar modal sedang tidak bagus, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menetapkan secara jelas tujuan investasi Anda. Setelah mengetahui tujuan investasi dan lama waktu investasi, Anda bisa menentukan produk investasi serta strategi investasi yang cocok dengan tujuan investasi. Tentu saja, Anda tetap harus memperhatikan karakter risiko Anda.

Ambil contoh, Anda berinvestasi dengan tujuan menyiapkan dana kuliah bagi anak enam tahun mendatang. Dengan demikian, Anda memiliki waktu enam tahun untuk membiakkan uang Anda untuk keperluan biaya kuliah tersebut. Dengan horizon investasi di atas lima tahun, berarti Anda akan berinvestasi untuk jangka panjang. Para perencana keuangan sepakat, bagi tujuan investasi jangka panjang, kondisi pasar modal seperti saat ini justru bisa menjadi berkah.

Fauziyah Arsiyanti, perencana keuangan dari Fahima Advisory, menuturkan, penurunan harga saham dan obligasi saat ini bisa dimanfaatkan investor jangka panjang mengisi portofolio. “Ibarat belanja di mal, saat ini kita bisa belanja barang dengan harga sale,” tandas Zizi, sapaan akrab Fauziyah.

Ia bilang, instrumen investasi berbasis saham bisa dipertimbangkan untuk sarana investasi jangka panjang. “Produk berbasis saham itu lebih cocok untuk investasi yang jangka waktunya lima tahun ke atas,” tutur Zizi.

Meski begitu, sebaiknya Anda tidak lantas jorjoran menanamkan investasi di produk berbasis saham. Dalam keadaan seperti ini, lebih ideal kalau Anda menempatkan investasi dalam nilai terbatas secara bertahap.

Dengan demikian Anda bisa mengurangi risiko kerugian investasi jika harga saham masih terus turun. Sebaliknya, ketika harga membaik, kerugian yang timbul dari dana yang Anda tempatkan saat harga saham lebih tinggi akan ditutup oleh keuntungan yang diperoleh dari dana yang Anda tanamkan pada saat harga saham lebih rendah.

Lain cerita kalau tujuan investasi Anda akan tercapai dalam waktu satu hingga dua tahun, sebaiknya Anda menghindari produk investasi berbasis saham. Sebab, belanja saham saat ini mengandung risiko sangat tinggi jika horizon investasi Anda jangka pendek–menengah. Cuma, menurut Agus, investor dengan profil risiko agresif masih bisa menempatkan dana di pasar saham dengan porsi relatif kecil untuk menghindari risiko rugi. “Atau, beli reksadana saham dan biarkan manajer investasi yang mengelola dana,” papar dia.

Bagi investasi jangka pendek, para perencana keuangan merekomendasikan investor menempatkan dana di produk investasi yang likuid, seperti deposito atau reksadana pasar uang. Selain itu, emas dan reksadana pendapatan tetap juga bisa menjadi pilihan. Hanya saja, Zizi mengingatkan, investor tidak bisa mengharapkan keuntungan tinggi. “Tujuannya lebih untuk mengamankan dana guna memenuhi tujuan investasi yang ditetapkan,” ujarnya.

Nah, bagaimana, prospek investasi instrumen-instrumen pengaman dana tersebut? Mari kita tengok satu per satu.

Deposito

Saat ini, tingkat bunga deposito perbankan memang tidak terlalu tinggi. Namun, para perencana keuangan menilai deposito bisa menjadi salah satu alternatif instrumen penempatan dana saat krisis, terutama untuk investasi bertenor satu tahun sampai dua tahun.

Lantaran imbal hasil yang diberikan produk ini sangat kecil, para perencana keuangan menegaskan agar investor tidak memberlakukan produk ini sebagai produk investasi. “Deposito hanya sebagai tempat untuk menempatkan dana sementara,” kata Freddy.

Zizi menambahkan, investor bisa menggunakan deposito untuk melindungi modal investasi dalam kondisi pasar modal yang buruk. “Nilai modal yang disiapkan untuk investasi tidak berubah dan investor tetap bisa mendapat keuntungan meski tipis,” sebut dia.

Selain itu, dengan menempatkan dana di deposito, investor bisa menjadikan modal investasi tersebut sebagai dana darurat untuk menutupi pengeluaran tidak terduga. Misalnya, untuk biaya pengobatan anggota keluarga yang tiba-tiba sakit.

Reksadana pasar uang

Di saat kondisi pasar modal sedang bergejolak, reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka pendek. “Risiko reksadana pasar uang lebih kecil,” cetus Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan dari Zap Finance. Di lain sisi, reksadana pasar uang masih bisa memberikan imbal hasil lebih besar ketimbang deposito.

Reksadana pasar uang juga bisa menjadi penyeimbang bagi investor yang tetap memilih menempatkan sebagian dana investasi ke instrumen berbasis saham. Investor tersebut bisa mengurangi porsi investasi di reksadana saham dan memperbesar penempatan di reksadana pasar uang.

Zizi berpendapat lain. Dalam kondisi pasar modal yang buruk seperti sekarang, ia tidak menyarankan investor menempatkan dana di reksadana pasar uang. Alasan dia, investor tetap terpapar risiko penurunan nilai aset dasar, sementara imbal hasilnya tidak terlalu besar. Sama halnya deposito, reksadana pasar uang cocok untuk memenuhi tujuan investasi yang akan tercapai dalam waktu setahun sampai dua tahun.

Produk berbasis obligasi

Seperti halnya harga saham, harga obligasi juga turut turun. Meski begitu, perencana keuangan menilai investor bisa memanfaatkan reksadana pendapatan tetap untuk mencari keuntungan di tengah situasi pasar modal yang kurang baik.

Agar bisa mendapatkan imbal hasil yang optimal, para perencana keuangan menyarankan agar investor menempatkan dana di instrumen investasi ini setidaknya tiga tahun. “Reksadana pendapatan tetap masih bisa memberi imbal hasil setidaknya 8%–10% tahun ini,” sebut Agus.

Namun, dalam jangka pendek, di saat kondisi pasar sedang buruk, investor akan menghadapi risiko penurunan nilai aset dasar (underlying asset). Untuk menghindari risiko tersebut, investor bisa mencoba menempatkan dana di reksadana terproteksi. “Dengan masuk ke reksadana terproteksi, setidaknya modal investor tetap aman dan tidak berkurang,” sebut Prita.

Emas

Belakangan harga emas juga mengalami penurunan. Meski begitu, para perencana keuangan menilai emas tetap layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif instrumen investasi di saat kondisi pasar modal sedang buruk.

Alasan mereka, harga emas tidak terpengaruh oleh inflasi. Logam mulia ini juga terhitung instrumen investasi yang likuid. “Kalau dana sudah dibutuhkan, investor bisa menjual emasnya dengan mudah,” sebut Freddy.

Tambah lagi, kecenderungan harga emas naik di masa depan cukup besar. Dengan demikian, emas merupakan instrumen yang cocok untuk melindungi modal investasi.

Lalu, bagaimana dengan porsi penempatan dana di masing-masing instrumen? Dalam kondisi pasar seperti saat ini, para perencana keuangan menyarankan investor jangka menengah bisa menempatkan 50% investasi di produk yang likuid, seperti reksadana pasar uang dan deposito.
Lalu, sekitar 20% dana investasi bisa ditempatkan di produk investasi berbasis obligasi dan 20% di emas. Bila investor berniat menempatkan dana investasi di produk berbasis saham, perencana keuangan menyarankan agar porsinya tidak lebih dari 10%. Nah, silakan pilih investasi yang cocok buat Anda

sumber: Kontan.co.id

Instrumen Jangka Pendek Lebih Aman untuk Dilirik (1)



Foto: Kontan.co.id

JAKARTA. Belakangan Robby semakin rajin membaca berita pasar modal dan mengikuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Karyawan sebuah perusahaan tekstil ini khawatir penurunan IHSG yang terjadi belakangan ini membuat rencananya menikah tahun depan terancam.

Apa hubungan antara rencana pernikahan Robby dengan penurunan IHSG? Rupanya, pria ini menyimpan dana untuk biaya pernikahannya dalam bentuk reksadana saham. Asal tahu saja, IHSG terus tertekan belakangan ini. Per Jumat (1/6), IHSG sempat jatuh di bawah 3.800, tepatnya di 3.799,77. Angka tersebut sudah lebih rendah ketimbang posisi indeks di akhir 2011 yang berada di 3.821,99.

Wajar kalau Robby pusing bukan kepalang. Mau mencairkan dana keluar dari reksadana pun ia merasa sudah tanggung. Apalagi, umur reksadana miliknya belum sampai setahun sehingga bakal terkena redemption fee bila mencairkannya saat ini. Apa boleh buat, kini Robby memilih menunggu pasar membaik kembali.

Memburuknya pasar modal seperti sekarang memang membuat investor kesulitan memilih instrumen investasi untuk membiakkan dana secara maksimal. Harga saham yang terus turun jelas membuat investor kesulitan mengail untung dari pasar saham.

Investor saat ini juga sulit mengharapkan keuntungan dari pasar obligasi karena harga obligasi terus turun. Pekan lalu, indeks obligasi pemerintah versi Himpunan Pedagang SUN (Himdasun) menyentuh level terendah di tahun ini. Namun, bagi yang ingin masuk sekarang, sebenarnya justru terbuka peluang untuk mendapatkan yield atau imbal hasil tinggi. Meski demikian, investor mesti sadar, masih ada risiko harganya turun lebih dalam lagi.

Di lain pihak, investor sulit mengandalkan produk perbankan seperti tabungan atau deposito untuk mendapatkan keuntungan. Sebab, bunga dari
produk perbankan saat ini terbilang mini. “Imbal hasil produk perbankan tidak maksimal untuk investasi,” tutur Freddy Pieloor, perencana keuangan dari Money’n’Love Financial Planning & Consulting.

Lantas, bagaimana sebaiknya investor menginvestasikan dananya di saat pasar modal sedang tertekan seperti saat ini? Para perencana keuangan menegaskan, pada dasarnya investor tidak perlu khawatir terhadap kondisi saat ini. Meski saat ini kondisi di pasar modal tampak buruk, kondisi ini diyakini hanya sementara. “Saya kira di semester dua nanti tanda-tanda pemulihan akan mulai terlihat,” ujar Agus B. Yanuar, Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen.

Bersambung ....
Instrumen jangka pendek lebih aman untuk dilirik (2)

sumber: Kontan.co.id



Tuesday, July 10, 2012

"Cash is The King"


KOMPAS.com — Pernah mendengar istilah cash is the king alias punya uang tunai adalah raja? Saya asumsikan Anda pernah dengar atau tahu istilah tersebut. Makna utama dari istilah ini adalah ketika Anda memiliki cukup uang kas, Anda akan memiliki fleksibilitas dan kemudahan dalam hal keuangan.

Berikut ini beberapa keutamaan memiliki uang kas, antara lain:
1. Kebutuhan jangka pendek
Memiliki sejumlah uang kas membantu Anda untuk menjalani kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan belanja, beli bensin, bayar listrik, uang sekolah, uang jajan, hingga membayar sumbangan. Semua ini merupakan kebutuhan yang perlu dibayar tunai dan jangan sekali-kali berpikir untuk menggunakan kartu kredit yang ujung-ujungnya Anda harus membayar biaya lebih akibat terkena bunga pinjaman. Ini merupakan kebutuhan yang perlu disisihkan dari pendapatan Anda dan sudah pasti terjadi setiap bulannya.

2. Dana darurat
Persiapan dana tunai atau uang kas ketika hal-hal terjadi di luar kebiasaan adalah mutlak diperlukan dalam kehidupan kita. Kita mungkin menghadapi suatu kondisi di mana kita mendadak kehilangan pekerjaan dan perlu waktu untuk mencari penggantinya. Kondisi lainnya yang mungkin terjadi adalah apabila salah satu sanak saudara tertimpa musibah dan sangat memerlukan bantuan keuangan dalam jumlah besar.

Jangan sampai ketika kondisi tersebut datang, Anda menjadi kalang kabut dan berpikir untuk menjual aset Anda. Hal ini merupakan sebagian opsi, tetapi sebaiknya merupakan opsi terakhir. Apabila Anda memiliki dana darurat, Anda tidak akan kehilangan aset dan tidak mengalami potensi kerugian atas penjualan aset tersebut. Dana darurat setidaknya melepaskan Anda dari masalah keuangan di tahap awal dan memberikan kesempatan bagi Anda untuk bertindak rasional tanpa merusak tatanan rencana keuangan Anda yang sudah dibangun.

Kedua poin di atas merupakan hal mutlak dari keutamaan memiliki uang kas di dalam perencanaan keuangan. Pada poin selanjutnya, saya berkeinginan untuk menjabarkan lebih mendalam berkaitan dengan keutamaan memiliki uang kas. Menurut saya, hal ini perlu juga menjadi pertimbangan Anda. Poin nomor 3 adalah:

3. Kesempatan
Ada kondisi atau suatu masa di mana Anda menemukan sebuah kesempatan untuk berinvestasi, tetapi kesempatan tersebut terlewati karena Anda sama sekali tidak memiliki uang kas untuk berpartisipasi. Anda mungkin berpikir memang ada ya kondisi seperti itu? Jawabannya: Ada...!

Seorang konglomerat di Indonesia pernah berkomentar dalam sebuah seminar yang pernah saya ikuti pada akhir tahun 2008, ketika itu IHSG terpuruk jatuh di kisaran 1.000. Ia berkata, "….saat ini banyak sekali berlian berserakan di jalan dan tidak ada satu pun yang mau mengambil atau membelinya. Alasannya ada dua: pertama takut dan kedua tidak punya uang kas untuk mengambil kesempatan tersebut."

Mau bukti? Perhatikan harga saham-saham blue chips ketika masa itu. Bandingkan harga saham tersebut pada tahun 2008 dengan harga pada tahun 2012. Saya ambil contoh: sebuah saham otomotif terbesar di Indonesia,  ketika akhir Oktober 2008 jatuh hingga Rp 6.600 per lembar saham dan pada Januari 2012 pernah menginjak di harga tertinggi, yaitu Rp 79.000 per lembar saham. Bayangkan apabila Anda membeli saham tersebut dengan dana Rp 50 juta di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi, maka dana Anda akan menjadi Rp 598 juta. Wow… hampir 12 kali keuntungan Anda.

Satu contoh lagi: sebuah saham perbankan kita pada tahun 2008 pernah memiliki harga Rp 400 per lembar saham dan pada awal 2012 berharga sekitar Rp 4.000 per lembar saham, 10 kali lipat kenaikannya. Hmmm… menggiurkan bukan? Semuanya bisa Anda dapatkan apabila saat itu Anda memiliki uang kas.

Namun, hal tersebut tidak serta-merta bisa terjadi di semua pilihan saham. Terdapat pula saham yang stagnan dan tidak berkembang. Ilustrasi di atas adalah kondisi di mana semuanya berjalan dengan lancar dan pengetahuan maupun pengalaman mutlak diperlukan untuk itu.

Butuh riset dan keahlian mendalam dalam menentukan investasi. Jangan lupa pula bahwa investasi tidak hanya mencari keuntungan di jangka pendek, tetapi disesuaikan dengan tujuan finansial Anda. Tujuan ilustrasi tersebut adalah sekadar memberikan gambaran mengenai adanya kesempatan ketika Anda memiliki uang kas.

Oh ya… satu hal lagi, kesempatan ini tidak hanya berlaku pada saham, bisa berlaku pada kendaraan investasi lainnya juga, seperti properti, emas, obligasi, dan juga reksadana.

Pesan terakhir
Dalam tulisan terdahulu saya pernah menjabarkan bagaimana merencanakan investasi dan mengenal instrumen (kendaraan) investasi. Karakteristik dari kendaraan tersebut berbeda-beda dan disesuaikan dengan destinasi finansial yang dituju. So, tentukan dahulu tujuan finansial Anda baru kemudian pilih kendaraan untuk mencapainya.

Nah, dalam tulisan ini saya ingin menunjukkan bahwa memiliki dana tunai juga merupakan suatu hal yang utama dalam perencanaan investasi. Semenjak dulu dan hingga kini, memiliki uang kas merupakan salah satu kemungkinan kendaraan investasi teraman dan berguna bagi kita dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu… seperti saat ini.... Selamat berinvestasi dan sukses selalu untuk Anda.
(Pondra N Permana MM, CFP®, AEPP™/Equity Advisor TGRM Perencana Keuangan)

Editor :Erlangga Djumena

Sumber: Kompas.com

Ini Tips Menghindari Investasi Berjangka "Abal-abal"




JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini banyak modus penipuan yang dilakukan dengan baik oleh perusahaan pialang yang berkedok investasi berjangka. Mereka menjaring nasabah dengan cara mengundang melalui e-mail, situs, iklan di koran, atau menggunakan marketing hingga event organizer yang cukup dikenal. Acaranya pun berlangsung di suatu hotel, ruangan kantor yang berkapasitas 25-100 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Kepala Bappebti) Syahrul R Sempurnajaya saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Ia menjelaskan, mula-mula undangan tersebut menawarkan investasi properti, multi-level marketing (MLM), investasi emas, dan lain-lain. Setelah berbagai penawaran produk investasi disampaikan, lalu mereka menawarkan investasi berjangka.

Syahrul menyebutkan, dalam investasi berjangka normal, setiap perusahaan pialang akan mengundang dan mempromosikan iklan semua produk komoditas berjangka, baik itu multilateral (kakao, olein, CPO, emas, timah) maupun produk derivatif (valas berjangka, indeks). Semua prosedur tersebut juga harus sepengetahuan dan seizin Bappebti, seperti brosurnya, lalu kalimat yang tertera di iklan dan juga materi promosinya.

"Itu semua harus disampaikan dahulu ke KPU Bappebti untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan, seperti lokasi undangan, waktunya, kapasitas yang hadir, lalu siapa yang memberikan materi investasi, apakah yang bersangkutan ahli dalam produk multilateral atau produk derivatif dari dalam dan luar negeri," tuturnya.

Berikut tujuh tips yang dipaparkannya guna menghindari penipuan berkedok investasi berjangka:

1. Pelajari latar belakang perusahaan yang menawarkan investasi.
2. Pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan.
3. Pelajari kontrak berjangka komoditas yang diperdagangkan.
4. Pelajari wakil pialang, apakah mendapatkan izin dari Bappebti.
5. Pelajari dokumen perjanjian investasi tersebut.
6. Pelajari risikonya.
7. Jangan mudah percaya dengan janji-janji keuntungan dan bunga yang ditawarkan perusahaan pialang.

"Yang terpenting ialah pengaduan dari masyarakat pada Bappebti mengenai kebenaran penawaran yang dilakukan perusahaan pialang melalui iklan di media cetak maupun internet," imbuhnya.



Editor :Erlangga Djumena


Sumber: BisnisKeuangan.Kompas.com

Mengenali Jenis Investasi Anda


Tahukan Anda, Perbedaan Menabung dan Berinvestasi?

Sebelum mengetahui jenis-jenis investasi, sebaiknya Anda mengetahui dulu perbedaan antara menabung dan berinvestasi.




Menabung berarti menyisihkan uang Anda tanpa mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang yang Anda simpan. Dengan menabung di bank, setidaknya Anda tahu bahwa uang Anda akan lebih aman dibandingkan jika Anda menaruhnya di bawah bantal. Memang jika kita lihat sekilas, berbagai macam tabungan di bank menawarkan bunga tabungan sebesar 1-3% setahunnya. Akan tetapi, jika Anda perhatikan, setiap tahun harga-harga barang selalu naik dengan persentase yang jauh melebihi bunga tabungan Anda. Jika Anda sadar, sebenarnya uang Anda telah berkurang nilainya.

Sementara itu, berinvestasi berarti mengharapkan adanya kenaikan dari nilai uang Anda seiring dengan berjalannya waktu, sehingga akan memberikan keuntungan bagi Anda. Uang yang diharapkan memberikan akan bertambah nilainya itu disimpan dalam suatu bentuk kekayaan yang disebut dengan aset.

Jenis-Jenis Aset

Dalam berinvestasi, terdapat dua macam jenis aset, yaitu aset riil dan aset finansial, yang sama-sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan Anda. Dalam berinvestasi, Anda harus ingat bahwa selalu terdapat risiko akan kehilangan modal Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui dengan benar aset-aset yang Anda pilih untuk berinvestasi.

Aset Riil
Aset riil adalah aset yang memiliki wujud. Contohnya adalah tanah, rumah, emas, dan logam mulia lainnya. Berinvestasi pada aset riil merupakan hal yang umum dilakukan. Contohnya, Anda membeli rumah, dan kemudian menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan bulanan. Belum lagi ketika rumah itu selesai disewa dan harganya naik, Anda dapat menjualnya dan mendapatkan keuntungan. Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dari berinvestasi di aset riil ini, karena meskipun harganya dapat naik-turun, tetapi dalam jangka panjang nilainya cenderung meningkat.

Aset Finansial
Aset finansial merupakan aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai yang tinggi. Umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal, yang di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Beberapa contoh dari aset finansial adalah instrumen pasar uang, obligasi, saham, dan reksa dana.

Instrumen pasar uang adalah surat utang jangka pendek yang kurang dari satu tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan. Sebagai imbalan, Anda sebagai pemberi utang akan mendapatkan sejumlah bunga dari nilai awal investasi Anda. Umumnya bunga ini akan dibayarkan pada akhir periode investasi.
Contoh dari instrumen pasar uang adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia dan promissory notes. Secara umum, instrumen pasar uang memiliki tingkat risiko investasi berupa gagal membayar nilai investasi dan bunga yang sangat rendah.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Jangka waktu utang pada obligasi adalah lebih dari satu tahun.  Obligasi diperdagangkan di pasar modal. Anda yang membeli obligasi akan mendapatkan imbalan berupa sejumlah bunga dari nilai awal investasi Anda, yang disebut dengan kupon. Kupon ini umumnya dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali dalam satu tahun,
Obligasi tingkat risiko investasi yang rendah, namun risikonya sedikit diatas instrumen pasar uang. Risiko terbesar yang dihadapi oleh Anda sebagai pemegang obligasi adalah adanya kemungkinan penerbit obligasi tidak dapat membayar kembali utangnya. Oleh sebab itu, terdapat lembaga pemeringkat yang memberikan peringkat terhadap obligasi yang dikeluarkan untuk mengetahui seberapa besar risiko gagal bayar obligasi tersebut.

Saham adalah tanda bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Orang yang memiliki saham berhak atas pembagian keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut, yang disebut dengan dividen, sesuai dengan persentase kepemilikannya di perusahaan tersebut. Selain itu, harga saham sebuah perusahaan akan bergerak mengikuti kinerja perusahaan tersebut.
Jika perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik, maka harga sahamnya akan ikut naik sehingga pemegang saham akan mendapatkan keuntungan jika menjual sahamnya. Saham juga diperdagangkan di pasar modal dan memiliki tingkat risiko investasi yang tinggi, karena terdapat risiko kebangkrutan perusahaan sehingga uang Anda dapat hilang.
Dalam berinvestasi di saham, Anda harus mengetahui apakah perusahaan tersebut benar-benar memiliki kinerja yang baik. Anda harus melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan, kondisi ekonomi negara, dan hal-hal lainnya yang cukup menyita waktu Anda. Namun tentunya hal ini sebanding dengan potensi keuntungan yang didapatkan.

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana tersebut disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian.
Reksa dana merupakan solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.
Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memilii keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak memiliki cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi Anda. Untuk mengetahui lebih detail mengenai reksa dana, Anda dapat membaca bagian Reksa Dana & Anda.

Memilih Jenis Investasi yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Setelah mempelajari jenis-jenis investasi di atas, langkah yang harus Anda lakukan adalah mengetahui manfaat dari semua jenis investasi tersebut. Setiap jenis investasi  memiliki beberapa karakteristik tersendiri, yaitu potensi imbal hasil yang didapatkan, tingkat risiko investasi, jangka waktu investasi ideal, kemudahan untuk mencairkan investasi, dan jumlah modal yang dibutuhkan.



Dari segi kemudahan untuk mencairkan hasil investasi, aset finansiaI lebih mudah untuk dijual dibandingkan dengan aset riil. Sedangkan dari segi jangka waktu investasi, investasi pada aset riil maupun aset finansial dibagi 3 sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk kebutuhan jangka panjang Anda, saham dan properti merupakan jenis investasi yang sesuai karena memberikan potensi pertumbuhan hasil investasi yang tinggi. Obligasi merupakan investasi yang sesuai untuk kebutuhan jangka menengah Anda karena memberikan kupon secara berkala. Sedangkan, untuk investasi jangka pendek,  produk bank seperti tabungan adalah produk keuangan yang paling sesuai.

Setelah Anda memahami manfaat dari masing-masing jenis investasi, pilihlah yang paling sesuai dengan jangka waktu kebutuhan keuangan Anda. Selain itu, Anda harus mempertimbangkan kriteria-kriteria lainnya sehingga Anda mantap untuk melakukan investasi.

sumber: DanareksaOnline.com