Showing posts with label finance. Show all posts
Showing posts with label finance. Show all posts
Friday, July 27, 2012
KONDISI MAKRO: Sektor Keuangan AS Masih Rentan
WASHINGTON. Meski telah menunjukkan perkembangan yang meyakinkan, namun Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) masih menemukan ancaman potensial yang dapat mengganggu sektor keuangan nasional.
Tuesday, July 17, 2012
Moody's Pangkas Peringkat 10 Bank Italia
Foto: MonexNews.com
Monexnews - Lembaga pemeringkat Moody's memangkas peringkat jangka panjang 10 bank Italia dan peringkat tiga institusi keuangan sebesar satu hingga dua notch setelah pekan lalu juga menurunkan peringkat obligasi pemerintah Italia. Penurunan peringkat obligasi jangka panjang pekan lalu mengindikasikan meningkatnya resiko ketidak mampuan pemerintah untuk mendorong kondisi finansial.
Moody's juga mengatakan kondisi substansial perbankan Italia berimbas pada ekonomi domestik, bersamaan dengan tingginya hutang yang telah mengakibatkan penilaian kredit mandiri yang tidak lebih tinggi dari peringkat kemampuan pembayaran.
Moody's memangkas peringkat jangka panjang pada bank-bank dan institusi keuangan, yaitu :
- UniCredit (UNCFF, UCG.MI)
- Intesa Sanpaolo (ISNPY, ISP.MI)
- dan Banca IMI sebesar dua notch menjadi Baa2
- Banca Monte Parma
- Cassa di Risparmio di Parma e Piacenza
- Banca Popolare Friuladria
- GE Capital SpA turun sebesar satu notch menjadi Baa2
- Banca CR Firenze,
- Cassa Depositi e Prestiti
- dan Istituto Servizi Mercato Agricolo Alimentare juga turun menjadi Baa2.
- Banca Carige (CRG.MI)
- Credito Emiliano's (CE.MI) diturunkan satu notch menjadi Baa3
- Banca Nazionale del Lavoro's
- UniCredit turun satu notch menjadi Baa3.
Outlook bank negatif.
Hari Kamis (12/07), Moody's memangkas peringkat obligasi pemerintah Italia sebesar dua notch menjadi junk dan telah memperingatkan langkah pemangkasan selanjutnya. Moody's memberi peringkat Baa2 untuk Italia dengan outlook negatif.
Di bulan Mei Moody's telah menurunkan peringkat 26 bank Italia sebagai refleksi dari meningkatnya perjuangan yang harus dihadapi Italia dikarenakan krisis hutang zona Eropa yang masih membayangi dan menyeret kondisi ekonomi di negara dengan ekonomi ketiga terbesar di zona Eropa.
(din)
Sumber: MonexNews.com
Monday, July 16, 2012
Digugat Monopoli, Visa dan MasterCard Bayar 6 Miliar Dollar AS
Foto: Shutterstock / Kompas.com
NEW YORK, KOMPAS.com — Visa Inc, Mastercard Inc, dan sejumlah bank besar Amerika Serikat setuju untuk membayar sedikitnya 6,05 miliar dollar AS demi menyelesaikan tuntutan para merchant kartu kredit. Menurut dokumen pengadilan hari ini, 7 juta peritel AS mengajukan gugatan bersama bahwa kedua penerbit kartu kredit itu berkonspirasi dalam menentukan biaya gesek kartu kredit.
Sengketa ini sudah berlangsung tujuh tahun lamanya. Sejak tahun 2005, para merchant menuding Visa, Mastercard, dan bank-bank besar melanggar hukum antimonopoli dengan bekerja sama mengatur biaya gesek kartu kredit yang harus dibayar merchant. Alhasil, mereka bisa mengenakan biaya gesek sekitar 2 persen dari harga pembelian. Dengan biaya ini, bank-bank AS itu meraup penerimaan lebih dari 40 miliar dollar AS per tahun.
Kasus ini masuk pengadilan dan berlarut-larut hingga akhirnya kedua pihak berdamai. Menurut biro hukum yang mewakili para merchant, Robins Kaplan Miller & Ciresi LLP, total nilai dari penyelesaian sengketa itu berjumlah 7,25 miliar dollar AS. Angka ini termasuk pembayaran tunai senilai 6,05 miliar dollar AS dan potongan harga sementara bagi para merchant.
Visa, pemilik jaringan transaksi pembayaran elektronik terbesar, mengatakan akan membayar 4,4 miliar dollar AS dari nilai total penyelesaian itu. Visa berkata, proposal penyelesaian pembayaran total yang memasukkan MasterCard Inc dan bank-bank penerbit kartu kredit akan mencapai 6,6 miliar dollar AS. Angka itu termasuk 525 juta dollar AS untuk klaim individual.
“Kami berharap menyelesaikan kasus ini merupakan keinginan semua pihak,” kata Chief Executive Officer Visa Joseph W Saunders hari ini.
Namun, pengacara National Association of Convinience Store Douglas Kantor mengatakan, penyelesaian tersebut takkan mereformasi pasar. “Visa dan Mastercard masih mengatur biaya sehingga bank-bank itu takkan berkompetisi,” tuturnya. (Rika Theo/Kontan)
Sumber: Kompas.com
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpeg)
