Showing posts with label BEI. Show all posts
Showing posts with label BEI. Show all posts

Friday, August 3, 2012

PREDIKSI PASAR SAHAM: Tahun ini, pasar saham berpotensi lebih unggul


JAKARTA. Prospek pasar saham tahun ini masih positif. Bahkan pelaku pasar menilai, return pasar saham akan melampaui return yang diberikan oleh pasar obligasi maupun deposito.

Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi menerangkan, hingga awal Agustus ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah naik lebih dari 7%. "Jika tidak ada kendala global yang krusial, tentu bisa bertahan atau naik lebih sampai akhir tahun nanti," ujar Michael, Kamis (2/7).

Sesi I: Tekanan Jual Tinggi, IHSG Berkurang 19 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 19 poin akibat tingginya tekanan jual. Investor melepas saham-saham akibat kabar buruk ECB yang kurang sigap dalam menanggulangi krisis utang Eropa.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 17,705 poin (0,44%) ke level 4.075,407 terkena imbas sentimen krisis utang Eropa. Pelaku pasar kecewa European Central Bank (ECB) tidak punya langkah nyata dalam melawan krisis.

Periode 31 Juli 2012: Inilah 10 Saham Berkapitalisasi Besar


INILAH.COM, Jakarta - Sebagian saham berkapitalisasi besar mencatatkan kenaikan nilai kapitalisasi pasar sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Juli 2012. Saham PT Astra International Tbk (ASII) masih mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kapitalisasi pasar saham ASII mencapai Rp283,4 triliun per 31 Juli 2012 dari periode 30 Juni 2012 sebesar Rp277,31 triliun. Kedua, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kenaikan kapitalisasi pasar saham menjadi Rp227,9 triliun pada 31 Juli 2012 dari periode 30 Juni 2012 sebesar Rp226,60 triliun. Ketiga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mencatatkan kapitalisasi pasar saham menjadi Rp195,3 triliun dari periode 30 Juni 2012 sebesar Rp178,18 triliun. Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/8/2012).

Inilah Saham Pilihan Akhir Pekan Ini


INILAH.COM, Jakarta - Meskipun pada perdagangan kemarin banyak saham properti yang dijual investor asing, pada perdagangan Jumat (3/8/2012) saham properti masih layak menjadi pilihan.

Pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham BSDE dan BBTN. Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun lagi di bawah MA200-nya di 1150 dan berpeluang kembali menuju support kuat di 1.070.

Thursday, August 2, 2012

Batubara: Sulitnya Mengubah Kebiasaan*



Selamat pagi…

Jumat kemarin (tanggal 27 Juli 2012), indeks Dow Jones Industrial naik 1.46% setelah sehari sebelumnya naik lebih dari 2%.  Kalau IHSG naik di awal minggu. Apa yang mau anda beli? UNTR, PTBA, atau ITMG?

Ketika seorang pemodal melakukan transaksi di bursa, keputusan untuk melakukan pemilihan saham, sering kali di dorong oleh alam bawah sadarnya.  Pemilihan saham sektor batubara secara reflek sebagai saham yang harus kita amati ketika terdapat berita positif di bursa regional, adalah sesuatu yang manusiawi. Padahal, kondisinya sudah jauh berbeda.

Pasar Modal: Investor Giliran Tunggu Langkah Bank Sentral Eropa


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  Rabu (1/8/2012) ditutup melemah, didorong oleh ambil untung yang dilakukan investor, menyusul penguatan indeks yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Melemahnya indeks juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari bursa regional, yang masih menunggu pernyataan bank sentral Amerika terkait kebijakan apa saja yang akan diambil. The Fed tidak mengeluarkan tanda-tanda adanya stimulus baru.

Wednesday, August 1, 2012

REKOMENDASI SEKURITAS: 13 Saham Pilihan Hari Ini


JAKARTA: Indeks harga saham gabungan pada hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. Data inflasi Indonesia jadi katalisator.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, a.l. CMNP, KAEF, ADMG, GJTL, BBNI, INTP, ASRI, SMAR, GIAA, ASII, PTBA, CPIN, dan BBRI

Berikut rekomendasi sejumlah sekuritas:

Tuesday, July 31, 2012

Hendra Martono: Saatnya Panen Saham di Harga Atas


INILAH.COM, Jakarta – Strategi harvesting on top dinilai jadi strategi merealisasikan keuntungan pada berbagai saham hingga akhir pekan ini. Mengapa?

Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Development Henan Putihrai Securities mengatakan, hingga akhir pekan, harvesting on top (profit taking saham pada level harga atas) merupakan strategi untuk meralisasikan keuntungan. Sebab, yang harus diingat, sesuatu yang naiknya fantastis, penurunannya pun pasti drastis.

Thursday, July 26, 2012

Inilah Cara Kurangi Saham Tidur


INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ada beberapa emiten yang akan melakukan perubahan usaha.

Hal itu sebagai upaya untuk mengaktifkan kembali saham tidur. Salah satu perusahaan yang melakukan perubahan usaha yaitu PT Karewell Indonesia Tbk

Wednesday, July 25, 2012

PREDIKSI IHSG Analis:Tekanan jual IHSG mulai melambat


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melemah walupun terbatas. Analis MNC Securities, Edwin Sebayang memperkirakan tekanan jual melambat diiringi aksi beli yang mulai muncul.
Menurutnya, hal ini tampak dari indikasi secara teknikal, bahwa IHSG membentuk pola Bullish Homing Pigeon.
Sentimen negatif juga datang dari bursa Amerika karena semalam indeks Dow Jones juga minus 0,82%. "Berita kinerja Apple yang diperkirakan turun pada kuartal III sempat membuat koreksi pada Wall Street tadi malam," kata Edwin, Rabu (25/7).

Pada perdagangan saham hari ini Edwin memprediksi IHSG akan bergerak di range 3.942-4.037. Ia melihat ketidakjelasan duduk persoalan kasus Toyota Astra Motor dan ADHI juga berpotensi menyulitkan kenaikan IHSG.
Tapi untuk hari ini, Edwin masih merekomendasikan sejumlah saham antara lain INTP, INDF, PGAS, BMRI, SMGR, UNTR, LSIP, SMRA, CTRS, WIKA, JSMR, AISA dan GZCO.
Sementara Analis Astronacci International Gema Goeyardi menyampaikan bahwa fokus saat ini adalah menentukan area support potensial yang kemungkinan akan tercapai, yaitu di 3.963. Maklum, setelah IHSG berhasil melampaui target pelemahan terdekatnya pada perdagangan kemarin, Gema melihat hal ini menjadi pertanda IHSG dapat melemah kembali ke kisaran 3,950-3,963.
Namun, "Pada saat level tersebut tercapai, kita akan kembali melihat indikator stochastic yang bergerak pada area jenuh jual," kata Gema, Rabu (25/7).

Menurut Gema, hingga pekan pertama Agustus nanti, harga akan bergerak dengan sangat volatile dan cukup acak. Ia menyarankan agar pemodal tetap tenang dan bersabar. "Ingatlah, bahwa terkadang tidak mengambil posisi sama sekali dapat menjadi alternatif terbaik bagi kita untuk menjaga modal," ungkapnya.

Meski begitu, ia berkata masih dapat melihat potensi kenaikan pada beberapa saham seperti BISI, CPIN, PNLF, dan RANC. "Setiap penurunan yang akan terjadi pada saham-saham tersebut, akan menjadi kesempatan yang baik bagi kita untuk terus melakukan akumulasi," saran Gema.

Sumber: Kontan.co.id

Monday, July 23, 2012

Analis: IHSG memasuki fase koreksi


JAKARTA. Sejumlah analis menilai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mulai memasuki fase koreksi. Analis Astronacci International Gema Goeyardi, misalnya. Dia berpendapat, fase koreksi yang terjadi akan mungkin dalam skala yang besar, setelah IHSG berhasil menyelesaikan fase kenaikannya yang terakhir. Target penurunan harga terdekat akan terletak pada kisaran 4.024-4.035, pada area gap yang telah terbentuk sebelumnya.

"Oleh karena itu, inilah saat kita menuai hasil dimana sebelumnya kita telah meletakkan order trailing stop (berhenti beli), karena jika tidak demikian maka pembalikan arah yang segera akan terjadi tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi keuntungan yang telah kita akumulasikan," kata Gema, Senin (23/7).

Menurut Gema, pemodal dapat melakukan buy on weakness pada waktu yang lebih pasti. "Mungkin kita akan mengamati sektor konsumer yang memiliki potensi kenaikan harga yang cukup tinggi," lanjutnya.
Adapun sejumlah saham yang menjadi rekomendasi Gema antara lain: BISI, CPIN, PNLF, MAPI, MSKY, dan RANC. "Setiap penurunan yang akan terjadi pada saham-saham tersebut, akan menjadi kesempatan yang baik bagi kita untuk terus melakukan akumulasi," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Analis MNC Secutiities, Edwin Sebayang. Edwin memperkirakan, IHSG berpeluang terkena lanjutan profit taking merujuk kejatuhan bursa global Jumat malam akibat kekhawatiran baru atas krisis hutang Zona Euro setelah Propinsi Valencia-Spanyol meminta bantuan dana kembali ke pemerintah pusat sebesar 2.85 miliar euro.
"Hal tersebut juga menjadi memicu kejatuhan euro terhadap dollar AS ke level terendah $1.2143 per euro sejak pertengahan Juni 2010," kata Edwin, Senin (23/7). Selain mata itu, tingkat yield obligasi pemerintah Spanyol tenor 10 tahun juga naik lagi mencapai 7,3%.

Untuk perdagangan saham hari ini (23/7), Edwin menilai IHSG akan bergerak di range 4.044-4.102. Edwin menjabarkan posisi teknikal IHSG saat ini pada pola Short Black Candle diatas MA 10, 20 & 50 hari diarea Overbought, mengindikasikan adanya profit taking lanjutan.
Edwin juga merekomendasikan saham-saham buy on weakness, seperti saham SMRA, ICBP, MAPI, SMGR, TLKM, BBCA, SMRA, IMAS, BWPT, SSIA, dan ASII.

Sumber: Kontan.co.id

Friday, July 20, 2012

AKSI EMITEN: Hary Tanoe menyasar bisnis homeshopping


JAKARTA. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mendirikan perusahaan patungan bernama PT MNC GS Homeshopping. Perusahaan patungan itu didirikan induk usaha PT Media Citra Nusantara Tbk itu, bersama GS Homeshopping dari Korea Selatan.
Arya Sinulingga, Sekretaris Perusahaan Global Mediacom, menjelaskan, PT MNC GS Homeshopping telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum pada 13 Juli 2012 lalu.
"Pengesahan badan hukum tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No AHU-37794.AH.01.01 tahun 2012. Surat keputusan tersebut sudah kami terima pada tanggal 16 Juli," ujar Arya, Kamis (19/7).
Perusahaan patungan itu akan bergerak di bidang perdagangan eceran melalui media televisi, katalog cetak serta online. Peluncuran usaha baru tersebut akan digelar tahun ini juga. Global Mediacom dan mitranya melakukan investasi senilai US$ 4,5 juta untuk pendirian MNC GS
Homeshopping.
Global Mediacom mengambil porsi kepemilikan 60%. Sisa saham dimiliki sang mitra. "Selama pasarnya di Indonesia, kami harus menjadi mayoritas," kata Arya.
Ketertarikan Global Mediacom menjajaki bisnis belanja di rumah alias homeshopping ini dilatarbelakangi oleh legitnya prospek bisnis belanja ritel di Tanah Air. "Indonesia kuat karena ditopang bisnis konsumsi, ini peluang bagi kami," ujar dia.
Kinerja Global Mediacom cukup mengesankan pada semester I-2012. Pendapatan yang dicetak Global Mediacom pada periode itu naik 27,4% menjadi Rp 4,15 triliun.
Penyokongnya adalah pendapatan dari pos media berbasis konten dan iklan, yang mencapai Rp 2,99 triliun. Lalu sebesar Rp 1,11 triliun disumbang oleh media yang berbasis pelanggan.
Pada periode tersebut, beban perseroan juga naik 35% menjadi Rp 2,26 triliun. Namun, Global Mediacom bisa mencetak kenaikan laba 34,02% menjadi Rp 842,12 miliar.
Korporasi yang dikuasai oleh Bhakti Investama, perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo itu, hingga Juni 2012 asetnya mencapai Rp 16,39 triliun.

Sumber: Kontan.co.id

Friday, July 13, 2012

BISNIS SEKURITAS : Prospek bisnis sekuritas terus meredup



Foto: Kontan.co.id

JAKARTA. Nasib bisnis sekuritas pada tahun ini tampaknya suram. Sepanjang semester I kemarin, kegiatan bisnis lebih lesu dibandingkan periode sama tahun lalu. Potensi pendapatan yang masuk ke kantong perusahaan juga semakin kecil.
Tanda-tanda meredupnya bisnis sekuritas antara lain terlihat dari berkurangnya nilai transaksi saham di hampir semua perusahaan perantara perdagangan efek. Semakin kecil total transaksi, pendapatan perusahaan sekuritas juga yang berupa fee atau komisi perantara perdagangan efek juga menyusut.
Contoh saja, di BNI Securities, rata-rata traksaksi saham per bulan sepanjang semester I-2012 hanya Rp 3,13 triliun, lebih kecil dibandingkan periode sama tahun lalu sekitar Rp 3,3 triliun. Sementara di PT Kresna Graha Securindo Tbk (Kresna Sekuritas), turun tipis 2,76% menjadi Rp 3,26 triliun.
Jimmy Nyo, Direktur Utama BNI Securities, mengatakan penurunan bisnis karena sentimen pasar global. "Krisis membuat harga saham kurang stabil dan susah diprediksi, investor memilih menahan diri bertransaksi," jelas kata Jimmy pada Kamis (12/7).
Michael Steven, Direktur Utama Kresna Sekuritas, menambahkan adanya aturan pemisahan rekening transaksi saham antara investor dengan perusahaan sekuritas juga melemahkan bisnis ini. Soalnya, aturan yang mewajibkan pembentukan rekening dana investor (RDI) itu menghalangi investor melakukan transaksi. Hanya investor pemilik RDI saja yang boleh bertransaksi.
Bisa jadi alasan Michael benar. Mengingatkan saja, aturan RDI berlaku efektif mulai akhir pekan terakhir Februari 2012. Pada bulan itu, total transaksi saham di Kresna Sekuritas mencapai Rp 3,83 triliun, naik dibandingkan bulan sebelumnya Rp 3,16 triliun. Namun, nilai transaksi saham per Maret langsung anjlok menjadi Rp 2,89 triliun.
Menunda IPO
Tak hanya bisnis broker saham yang layu, bidang penjamin emisi senasib. Awalnya, prospek bisnis ini bagus, tapi belakangan, malah banyak yang membatalkan penerbitan saham perdana atau initial public offering (IPO). "Dua perusahaan menunda IPO, akhirnya dari target lima perusahaan yang listing, hanya tercapai dua," kata Michael, tanpa merinci identitas perusahaan tersebut.
Jimmy kembali menyalahkan kondisi pasar global yang menyebabkan banyak perusahaan lokal membatalkan IPO atau menerbitkan surat utang pada tahun ini. "Perusahaan menunda IPO, menunggu pasar stabil," ucapnya.
Sayang, dua manajemen perusahaan ini merahasiakan pendapatan usaha mereka. Namun, berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2012, Kresna Sekuritas hanya mengantongi komisi dari perantara perdagangan efek sebesar Rp 5,46 miliar, turun 32% dari periode sama tahun lalu.
Kemudian, jasa atas penjamin emisi dan penjualan efek Rp 3,61 juta. Jauh lebih kecil daripada kuartal I 2011 Rp 1,29 miliar.
Sementara, BNI Securities hanya mengantongi fee transaksi saham Rp 14,64 miliar, menyusut 6,75%. Jasa penjamin emisi anjlok 62% menjadi Rp 841,75 juta. n


Sumber: Kontan.co.id

Thursday, July 12, 2012

IHSG Berkurang 9 Poin Jelang Pengumuman BI Rate


Foto: DetikFinance

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 9 poin menjelang pengumuman BI Rate siang nanti. Indeks terkena sentimen negatif melemahnya pasar global.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis di posisi Rp 9.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin di Rp 9.455 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 5,973 poin (0,15%) ke level 4.013,160. Sedangkan Indeks LQ45 berkurang 1,532 poin (0,22%) ke level 687,539.

Mengawali perdagangan, Kamis (12/7/2012), IHSG dibuka turun 9,475 poin (0,24%) ke level 4.009,659. Indeks LQ45 dibuka melemah 2,317 poin (0,33%) ke level 686,754.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah 15,753 poin (0,39%) ke level 4.003,380. Sementara Indeks LQ45 turun 3,388 poin (0,49%) ke level 685,683.

Kemarin, IHSG naik tipis 9 poin menyusul aksi beli selektif investor sambil menanti laporan keuangan semester I-2012. Saham-saham berbasis komoditas paling banyak diincar.

Semalam, Wall Street kembali goyah menjelang pertemuan bulanan Federal Reserve. Bank sentral itu siap memberikan stimulus tambahan, tetapi menunggu situasi yang lebih parah dari sekarang.

Bursa-bursa di Asia kompak melemah akibat sentimen dari pasar global tersebut. Laporan kinerja emitan yang segera dirilis masih dinanti oleh investor.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:



  • Indeks Komposit Shanghai melemah 18,55 poin (0,85%) ke level 2.156,83.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 314,47 poin (1,62%) ke level 19.105,40.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 85,32 poin (0,96%) ke level 8.765,68.  
  • Indeks Straits Times berkurang 20,40 poin (0,68%) ke level 2.968,91.  


Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis di posisi Rp 9.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin di Rp 9.455 per dolar AS.

Sumber: DetikFinance